: WIB    --   
indikator  I  

Mengubah pola pikir turis

Mengubah pola pikir turis

JAKARTA. Berawal dari keprihatinan terhadap minimnya sumberdaya manusia di perusahaan agen perjalanan (travel) bagi orang muslim, Priyadi Abadi menggagas pendirian Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF). Maklum, selama ini mereka  sebatas menggarap pasar umroh dan haji.

Kalaupun ada umroh plus wisata ke Turki, Abu Dhabi, Dubai atau Aqsa lebih dikarenakan pihak airlines yang digunakan transit di negara-negara tersebut. Sudah pasti rombongan haji yang menggunakan pesawat Turkish Airlines singgah di Turki, pesawat Etithad singgah di Abu Dhabi dan Emirates mampir di Dubai.

Tapi bagaimana ketika seorang muslim Indonesia ingin berwisata ke Eropa, Amerika, Australia atau negara lain? Padahal muslim traveler punya kebutuhan mendasar terutama salat dan makanan halal. Sedangkan kebutuhan prinsip tersebut cukup susah didapatkan pada hotel-hotel di negara-negara itu. “Kami membentuk IITCF ini agar travel-travel membuat paket–paket wisata muslim di luar umroh dan haji untuk memenuhi kebutuhan muslim traveler,” kata  Founder & Chairman IITCF.

Bagi Priyadi, tantangan lainnya adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk percaya bahwa travel muslim mampu mengelola rute-rute di luar umroh dan haji. Sebab sudah puluhan tahun pasar wisata muslim digarap travel umum yang masih mengabaikan kebutuhan dasar pelancong muslim. IITCF berkomitmen untuk terus meningkatkan serta mencetak SDM travel muslim yang profesional, berkualitas, siap pakai serta berdaya saing tinggi.

ITCF memberikan pelatihan dengan materi leadership, time management, communication skills, guiding technique, problem solving, dan pengenalan maskapai.  IITCF didirikan sejak 2015 sebagai wadah silaturahim, berbagi ilmu dan informasi antar sesama travel muslim, tour leader, tour planner, dan masyarakat umum. IITCF menjadi jembatan bagi 200 perusahaan travel muslim dalam memperluas wawasan, keterampilan baik staf maupun owner travel muslim.

Selama 2016, IITCF menggelar dua kali West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET), yang diikuiti oleh puluhan pengusaha travel muslim, tour leader dan tour planner. WEMET pertama dilaksanakan pada Februari dan kali keduanya sekitar akhir Juli hingga awal Agustus 2016.

Pelatihan dan seminar selama dua pekan ini mencakup 13 kota di enam  negara, yakni Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, dan Italia. Priyadi mengatakan, seminar berkelanjutan di atas bus dengan berbagai topik seputar travel muslim. “Masing-masing seminar berdurasi minimal dua jam. Dari agenda ini IITCF mendapat penghargaan Rekor MURI,” sebut CEO PT Putri Adinda Pratama ini.

Selain menyelenggarakan trip dan pelatihan, IITCF mengadakan gerakan sejuta perangkat salat di berbagai negara. Peralatan ibadah ini didistribusikan di hotel, restoran, tempat objek wisata, toko duty free, masjid dan rest area di Eropa, yang sering dikunjungi wisatawan muslim. Selanjutnya, gerakan tebar sejuta perangkat salat dalam educational trip dilaksanakan di Balkan dan Amerika Serikat guna menyosialisasikan wisata muslim terutama di negara-negara non Islam. “Gerakan membagikan sejuta perangkat salat  juga meraih Rekor MURI,” ungkap dosen tamu di sejumlah universitas pariwisata.


Reporter Dadan M. Ramdan
Editor Dadan Ramdan

PELUANG USAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]