PELUANG USAHA
Berita
Mengumpulkan untung dari usaha pembuatan tangki air

BISNIS TANGKI AIR

Mengumpulkan untung dari usaha pembuatan tangki air


Telah dibaca sebanyak 3520 kali
Mengumpulkan untung dari usaha pembuatan tangki air

Semaraknya pertumbuhan perumahan dan toko baru membuat permintaan tangki air turut meningkat. Perubahan musim hujan ke musim kemarau juga ikut mendorong penjualannya. Salah satu produsen tangki air di Gresik, Jawa Timur, mengalami peningkatan penjualan hingga 1.500 unit tangki setiap bulannya. Omzetnya mencapai Rp 1 miliar per bulan.

Air adalah sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup di muka bumi ini. Karena perannya yang sangat vital, air menjadi salah satu kebutuhan utama umat manusia.

Di wilayah perkotaan urusan penyediaan air bersih menjadi sangat penting.Siapapun mahfum, padatnya hunian dan ruang perkantoran di perkotaan, membuat pasokan air bersih di wilayah perkotaan menjadi barang berharga. Bahkan, untuk menghemat pemakaian air, masyarakat perkotaan kerap menampung air di berbagai wadah. Misalnya, tangki air.

Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan tangki air. Sejumlah produsen tangki air di dalam negeri mengaku penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Simak saja penuturan Yanuar Maulana, pemilik CV Pionir Mandiri Jaya di Gresik Jawa Timur. Di tahun lalu, tutur Yanuar, pabriknya hanya mengolah sekitar 30 ton biji plastik per bulan untuk dijadikan tangki air. Tapi tahun ini, kebutuhan biji plastik untuk kegiatan produksinya naik menjadi sekitar 40 ton per bulan.

Sayang, Yanuar tidak menyebutkan berapa jumlah tangki air yang bisa dihasilkan pabriknya dari 40 ton biji plastik itu. Yang pasti, kata dia, semakin kecil tangki yang diproduksi, maka jumlah tangki yang dihasilkan dari 40 ton biji plastik tersebut bakal semakin banyak.

Menurut Yanuar, jika biji plastik sebanyak itu diolah menjadi tangki berkapasitas 1.100 liter, maka bisa menghasilkan 1.500 unit tangki. Asal tahu saja, Pionir memproduksi tangki air dengan ukuran beragam. Mulai dari kapasitas 250 liter hingga 5.200 liter. "Setiap bulan kami bisa memproduksi ukuran berbeda. Tergantung pesanan," katanya.

Ada dua merek tangki yang diproduksi oleh CV Pionir Mandiri Jaya. Yakni, Royal Tank dan Grand Royal Tank.
Uniknya di tempat Yanuar, selain bisa membeli merek keluaran CV Pionir Mandiri Jaya, pembeli juga bisa memesan merek sesuai keinginan. "Yang pesan memakai merek sendiri jumlahnya sekitar 20% dari total produksi," katanya.

Sebagian besar pemakai tangki air buatannya adalah rumah tangga. Sedangkan pengguna industri, "Paling menyumbang sekitar 10%," imbuh Yanuar.

Selain di Jawa Timur, pembeli tangki CV Pionir Mandiri Jaya juga datang dari beberapa kota lain. Seperti dari Bali, Lombok, Ambon, Palu, Kalimantan hingga Papua.

Yanuar mengaku, dari bisnis penjualan tangki air ini omzetnya mencapai Rp 1 miliar per bulan. Dengan dalil demi kepentingan bisnis, dia enggan menyebutkan harga jual tangki yang diproduksinya. Ia hanya bilang harganya di bawah Rp 1 juta per unit.

Kualitas juga bersaing
Menurut dia, pelanggan bisa mendapatkan harga lebih murah jika membeli tangki dalam jumlah lebih banyak. "Jadi, toko bangunan yang membeli 20 unit tangki dengan toko bangunan yang membeli 100 unit tangki, harganya berbeda," katanya.

Yanuar tidak menetapkan harga tertinggi eceran untuk setiap produk yang dia buat. Sebab, semua harga jual tangki produksinya diserahkan kepada toko bangunan selaku distributor.

Dia yakin, harga tangki produksinya sangat bersaing dengan tangki buatan produsen lain. "Kualitasnya juga tidak kalah bagus dengan tangki lain," katanya.

Pionir Mandiri, kata Yanuar dengan nada promosi, memproduksi tangkinya dari bahan plastik jenis HDPE (high-density polyethylene). Dengan bahan baku ini, tangki lebih tahan terhadap radiasi ultra violet yang dapat menyebabkan perubahan warna, keretakan, dan tidak mudah pecah. Plastik jenis ini juga anti lumut. "Selain lebih kuat dan lebih halus, harganya juga lebih murah ketimbang tangki berbahan fiberglass," tutur Yanuar.

Bukan hanya Yanuar yang mengklaim kenaikan penjualan tangki air di tahun ini. Salah satu agen besar merek Penguin di Surabaya, Jawa Timur, juga menikmati kenaikan penjualan.

"Naiknya penjualan didukung maraknya pembangunan perumahan dan toko usaha," kata seorang agen penjualan tangki air yang enggan disebutkan jati dirinya.

Sayang, ia tidak mengatakan seberapa besar peningkatan penjualan itu. Yang jelas, saat ini penjualannya bisa mencapai 1.000 unit tangki setiap bulannya. "Produk kami sedang laku karena kualitasnya yang bagus," imbuh sumber tersebut.

Dia juga mengklaim, kualitas tangki yang dijualnya sangat baik. Di antaranya, mampu menahan radiasi ultra violet sampai 1.000 kLy (kilo Langley). "Kami akan memberikan garansi sampai 10 tahun," kata agen itu.

Kondisi berbeda dialami CV Jadi Jaya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Produsen tangki milik Sin Hendra ini tidak mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Padahal, banyak pembukaan lahan baru untuk perumahan di wilayahnya.

Menurut Hendra, peningkatan penjualan justru terjadi ketika perubahan musim dari hujan ke musim kemarau. "Kalau musim kemarau baru banyak yang cari tangki," katanya.

Jika biasanya Hendra menjual sekitar 30 unit tangki sebulan, maka di musim kemarau penjualannya meningkat menjadi 50 unit tangki. Dia membandrol tangki berkapasitas 1.200 liter seharga Rp 1 juta. n

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 3520 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..