: WIB    --   
indikator  I  

Menjajal cadasnya kemitraan Tahu Setan Pedas

Menjajal cadasnya kemitraan Tahu Setan Pedas

JAKARTA. Olahan tahu isi dengan citarasa pedas rupanya masih diminati. Sajian ini memang cocok dijadikan teman di kala sore hari saat hujan.

Agung Pamungkas pemilik usaha Tahu Pedas Setan menilai potensi usaha tahu pedas masih sangat besar dan tidak akan ditinggalkan konsumen. Alasannya, masyarakat Indonesia sangat suka dengan makanan pedas.

Makanya, tidak heran bila sampai sekarang usaha ini masih menjamur dan tawaran kemitraannya pun terus mengalir. Hanya saja, persaingannya sudah cukup ketat.

Agar tetap bisa bertahan, Agung mengaku rajin membuat inovasi produk. Seperti menu yang ditawarkannya pun cukup berbeda yaitu tahu dengan empat pilihan isi yaitu bakso, sosis, ayam, dan jamur. Ditambah lagi, ada tiga pilihan sambal yaitu balado, bawang, serta original.

Menyasar kalangan menengah bawah, Agung mematok harga jual produknya mulai dari Rp 2.500 sampai Rp 3.500 per tahu. Khusus untuk penjualan di pusat perbelanjaan, harganya dikerek naik menjadi Rp 5.000 per tahu.

Asal tahu saja, usaha olahan tahu ini sudah ditekuninya sejak 2015 silam. Agung membuka gerai pertamanya di daerah Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur. Mendapatkan respon positif dari konsumen, dia membuka satu gerai lagi di Solo, Jawa Tengah.

Tidak ingin bisnisnya hanya berkembang dengan modal sendiri, sejak setahun lalu Agung mulai mengembangkan usahanya dengan membuka tawaran kemitraan. Sampai sekarang sudah ada tujuh mitra yang bergabung. Para mitra membuka gerai Tahu Pedas Setan di Surabaya dan Solo.

Agung menambahkan bahwa belakangan ini usahanya mulai ramai dilirik oleh calon mitra. Buktinya, dia sudah dihubungi tiga sampai empat orang calon mitra yang ingin bergabung.

Tahu Setan Pedas ini menawarkan kemitraan dengan dua pilihan paket. Pertama, paket tanpa booth  senilai Rp 3,5 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah seluruh perlengkapan memasak, bahan baku awal sebanyak 1 box atau 50 tahu, branding, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Kedua, paket standar dengan modal awal Rp 7,5 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit booth portable, perlengkapan memasak, bahan baku awal, branding dan perlengkapan tambahan lainnya.

Berbeda dengan kemitraan tahu lainnya, Agung sengaja memberikan resep pembuatan tahu pedas kepada mitra. Alasannya, dia tidak ingin direpotkan dengan pengiriman produk jadi. Meski begitu, mitra diwajibkan membeli kemasan dan beberapa bumbu khusus dari pusat.

Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra hanya sekitar 2-3,5 bulan. Dengan catatan, dalam sehari dapat menjual sekitar 70 tahu.

Bila dikalkulasi, rata-rata omzet tiap hari Rp 140.000. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan operasional, porsi keuntungan bersih yang didapatkan mitra masih sekitar 50% dari omzet.


Reporter Tri Sulistiowati
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x
Close [X]