| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menyelami dunia bartender dan seni meracik minuman

Minggu, 03 Juni 2018 / 13:05 WIB

Menyelami dunia bartender dan seni meracik minuman

Buat komposisi pas

Jodi menilai profesi bartender unik. Ada seni  dalam menakar minuman yang mengandung tingkat mabuk yang pas, sesuai permintaan konsumen. Ia akan merasa puas ketika konsumen mengapresiasi.

Soal penghasilan, Jodi mengatakan, sangat tergantung dari lokasi bekerja. Selain itu, bila bartender  berhasil membuat menu baru dan laris, maka bartender akan mendapat komisi dari setiap penjualan 2%-5%.

Hingga saat ini, Jodi terus mengasah skill-nya baik dengan bertanya dan belajar pada senior, maupun belajar melalui internet. Meski jenis minuman mencapai ribuan, Jodi bilang, bartender harus paham jenis minuman spirit seperti Whisky, Vodka, Rum, Tequila dan Gin.

Pemain lain yang berprofesi sebagai bartender yaitu Wibie Indra. Bermula dari keinginannya bekerja untuk mendapatkan uang saku selama kuliah, kini Indra justru berhasil menjadi bartender profesional.

Pria asal Indramayu yang akrab disapa Wibie ini merintis karir bartendernya sejak 2006 di Bandung, tepatnya di Bandung Badung Cafe. Namun, awalnya, Wibie menjadi waitress di kafe tersebut. Karena rasa keingintahuan yang tinggi terhadap profesi bartender,  Wibie pun diam-diam memperhatikan aksi bartender di bar.

“Saya tadinya kerja sebagai waitress, tapi saya suka lihat bartender-bartender lagi aksi di tempat saya kerja. Saya lihat kok keren ya, bagus, aktif sekali bisa juggling bottles, dari sanalah saya mulai tertarik,” ujarnya. 

Beruntung, nasib baik berpihak pada Wibie. Pemilik bar yang merupakan Ketua Himpunan Bartender Indonesia Bandung tersebut melihat ketertarikannya. Lantas, Wibie pun ditawari  untuk menggeluti dunia bartender.

Ia mengatakan, pengetahuannya tentang teknik bartender semata-mata diperoleh hanya dengan memperhatikan para bertender yang sedang show saja. Namun, banyak yang bilang, cara Wibie memainkan botol baik juggling maupun shake sangat unik dan berbeda dengan bartender lain.

“Saya tidak ikut pelatihan, pengetahuan saya tentang teknik muncul begitu saja saat saya sedang show dan saat sedang kosong pun saya sering memanfaatkannya dengan mencoba gaya-gaya atau teknik baru” jelasnya.

Ditanya soal pendapatan, Wibie mengaku selain mendapat gaji pokok dari bar tempatnya bekerja, ia juga mendapat upah per show. Di sela-sela kesibukannya, dia juga sering menerima job untuk tampil dengan mematok jumlah bayaran berdasarkan acara apa yang akan didatangi. “Paling sering itu  ambil saat acara malam tahun baru. Acaranya juga dipilih yang fee-nya sesuai. Seperti  show di Kampung Gajah yang dibayar Rp 4 juta-Rp 6 juta untuk show 15 menit," ujarnya.

Menurutnya, menjadi seorang bartender tidaklah mudah, banyak tantangan dan hal yang harus diperhatikan di luar masalah teknik dan gaya pertunjukan. Misalnya, pengetahuan tentang minuman dan sejarahnya.

“Bartenter harus piawai, selain gerakan dan gaya kita juga harus menghafal jenis minuman, fungsi minuman, kadar minuman, hingga sejarah minuman tersebut, karena kalau tidak paham tentang semua itu nantinya akan berdampak buruk ke pelanggan” ujarnya.

Selain itu, kata Wibie, menjadi seorang bartender harus selalu mensugesti diri sendiri agar bisa menahan emosi dan harus selalu bisa mempertahankan senyuman guna menghibur tamu yang datang.

“Kalau sudah di balik meja bartender saat itu juga kita sudah harus menghipnotis diri kita sendiri agar bisa terus tersenyum dan menahan emosi," pesan Wibie. Ia pun punya tips agar pekerjaannya tak menjadi tekanan, sebaiknya profesi itu dijadikan hobi sehingga menyenangkan dan selalu enjoy saat tampil," tuturnya.  

Oleh karena itu, tambah Wibie banyak hal yang telah didapatkan selama menjadi bartender. Selain pengalaman kerja, ia bisa bertemu dengan hal-hal dan orang-orang baru. “Kami tiap hari senang terus ya, karena kami bisa bertemu dengan orang-orang baru dari banyak kalangan, bahkan sampai bos-bos besar juga ada,” ujarnya.                       


Reporter: Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

PROFESI

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0550 || diagnostic_web = 0.2464

Close [X]
×