| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.373
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menyisir wader seputar waduk Gajahmungkur (1)

Sabtu, 07 Juli 2018 / 09:05 WIB

Menyisir wader seputar waduk Gajahmungkur (1)

KONTAN.CO.ID - Keberadaan tempat wisata waduk Gajahmungkur dimanfaatkan sejumlah penduduk untuk mendirikan sentra kuliner hasil tangkapan waduk. Daerah di sekitar Gajahmungkur boleh dikatakan surga bagi penikmat ikan wader, udang dan ikan nila. Nyaris semua warung makan di sepanjang Jalan Raya Wonogiri-Pracimantoro yang membelit tepian Gajah Mungkur menyediakan ketiga menu tersebut.  

Sentra kuliner Waduk Gajah Mungkur berlokasi sekitar 40 kilometer (km) dari pusat Kabupaten Wonogiri. Semua pengunjung datang dengan menggunakan kendaraan pribadi karena kendaraan umum mulai terbatas di daerah tersebut. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan bus mini jurusan Pracimantoro dari terminal Wonogiri. 

Di sentra kuliner tersebut terdapat 20-an warung berderet. Ada yang berukuran besar, ada pula yang berukuran kecil. Biasanya warung besar menyediakan tempat makan lesehan dengan pemandangan waduk. Menu yang ditawarkan pun lebih beragam, tak hanya wader goreng, ada pula aneka ikan bakar, ayam bakar dan menu lainnya. 

"Sekarang yang jual wader, udang gini sudah banyak. Ngga hanya rumah makan besar, warung kecil juga banyak," tutur Ajeng, salah satu karyawan rumah makan Pak Glinding. Ia mengatakan rumah makan tempatnya bekerja sudah ada sejak tahun 1998. Sebagian besar rumah makan yang saat ini berkapasitas besar berdiri sejak tahun 1990-an. 

Ajeng menjelaskan, rumah makan Pak Glinding menawarkan beberapa menu, seperti udang goreng ukuran besar yang dibanderol Rp 240.000 per kilogram (kg), udang goreng kecil Rp 200.000 per kg, wader halus Rp 100.000 per kg, wader kasar Rp 80.000 per kg dan ikan tawes goreng garing seharga Rp 60.000 per kg. 

"Hampir semua di sini digoreng garing dan renyah, kecuali udang. Kalau udang ada yang goreng garing, ada juga yang udang basah. Harganya sama dengan udang goreng garing, hanya beda ukuran saja," tutur Ajeng. Ia bilang hasil waduk yang digoreng garing lebih tahan lama dibanding yang digoreng basah. Menu wader goreng adalah menu yang paling laris dan cepat habis. 

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Slamet Sulardi, pemilik rumah makan Sari Raras. Ia menuturkan, meski setumpuk menu lain tersedia, wader goreng tetap menjadi primadona bagi pengunjung. Hampir semua pengunjung yang datang pasti memesan wader. Sebagian pengunjung adalah para pendatang yang hilir mudik di sekitar Wonogiri. 

"Setiap hari, dua warung punya saya bisa bikin wader goreng sekitar 100 kilogram, udang goreng dan mujair goreng, masing - masing bisa sampai 50 kilogram. Wader goreng memang paling favorit di sini. Mungkin warung - warung lainnya juga sama," ungkap Slamet. 

Aneka menu tersebut dibanderol antara Rp 100.000 sampai Rp 250.000 per kg. Untuk wader goreng garing dibanderol mulai Rp 100.000 - Rp 150.000 per kg, tergantung kualitas tepung dan ukuran. Sedangkan untuk udang goreng dibanderol Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per kg. Dan mujair goreng garing harganya Rp 80.000 per kg.  

(Bersambung)


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

SENTRA PENJUALAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0506 || diagnostic_web = 0.2535

Close [X]
×