| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.409
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menyulam laba dari usaha sulam alis

Senin, 12 November 2012 / 14:58 WIB

Tampil cantik tentu menjadi impian dan dambaan setiap wanita. Selain model potongan rambut, bentuk alis mata dan bibir tentu merupakan bagian utama yang menunjang penampilan seseorang.

Namun, tak semua perempuan puas akan bentuk alis dan bibirnya. Terkadang, memperbaiki tampilan alis dan bibir ini tak cukup dengan di-make up. Apalagi, make up juga tidak memberikan hasil permanen.

Nah, untuk mempercantik tampilan alis dan bibir ini, banyak wanita kini memilih menggunakan teknik sulam. Dengan teknik ini, hasil yang didapat lebih permanen dan bisa tahan hingga tahunan.

Teknik sulam ini tidak hanya menjadi pilihan kalangan artis. Masyarakat biasa pun sekarang banyak memilih teknik ini untuk mempercantik penampilan. Lantaran banyak peminatnya, kini penyedia jasa sulam bibir dan alis gampang ditemukan. Selain alis dan bibir, mereka juga menyediakan sulam garis mata.

Salah satu penyedia jasa kecantikan ini adalah Anggie Rasly di Jakarta. Mengusung brand Brow Studio, ia menyediakan jasa sulam alis, sulam bibir, hingga sulam garis mata.

Menurutnya, banyak konsumen memilih teknik sulam karena lebih praktis. "Setelah melakukan sulam, paling tidak waktu untuk berdandan jadi lebih efisien," tutur Anggie.

Anggie mengawali bisnis ini dari hobi mengoprek alisnya sendiri. Kebetulan, alis Anggie termasuk jarang, sehingga butuh bantuan pensil alis untuk menunjang penampilan sehari-hari.

Anggie juga kerap mendandani teman-temannya di masa sekolah. Selepas kuliah, teknik sulam alis ternyata mulai merebak. Anggie lantas mulai belajar secara khusus teknik ini. "Saya mengikuti pelatihan di Singapura dan Malaysia untuk referensi," ujarnya.

Anggie mulai menerapkan teknik sulam alis sejak tahun 2005. Namun, baru tahun 2009, ia mendirikan Brow Studio. Sejak itu, kliennya semakin banyak. Dalam sehari, ia bisa melayani sekitar empat hingga lima sulam.

Dengan tarif mulai Rp 2 juta - Rp 2,5 juta, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 100 juta per bulan. Selain orang biasa, pelanggannya juga banyak dari kalangan artis, seperti Nikita Willy, Tia Ivanka, dan Regina Ivanova. Menurut Anggie, sulam alis memang paling banyak diminati dibandingkan sulam lainnya.

Umumnya, masalah yang dihadapi konsumen adalah alis kurang lebat. "Selain itu juga ada yang alisnya tidak singkron," ucapnya. Disesuaikan wajah. Selain wanita, sulam alis juga diminati para pria. Anggie bilang, proses sulam alis diawali dengan konsultasi dan tes alergiĀ  terhadap bahan yang akan digunakan.

Kemudian ia akan menggambar alis klien dan merapikannya. Proses ini disesuaikan dengan wajah dan karakter masing-masing klien. Jika, klien setuju dengan gambaran kasar tersebut, proses sulam pun bisa dimulai.

Pada proses itu, Anggie biasanya melakukan anestesi oles sehingga pelanggan tidak merasa sakit. Dalam sulam ini, ia menggunakan embroidery pen sehingga alis yang digambar bisa tampak nyata. Proses pengerjaannya 45 menit hingga satu jam.

Pemain lainnya dalam bisnis sulam wajah adalah Anna Fang di Semarang. Sebelumnya, Anna mengikuti pendidikan sulam di Hong Kong yang kemudian diperdalam dengan mengikuti seminar di dalam negeri.

Menurut perempuan 33 tahun ini, teknik sulam alis dan bibir baru populer tahun 2011 karena banyak salon mempromosikannya. Padahal, jasa ini sudah ada sejak delapan tahun terakhir. "Saya sendiri sudah menyediakan jasa sulam ini sejak tahun 2004," ujarnya.

Anna mengklaim, alis yang sudah disulam bisa bertahan lima tahun hingga delapan tahun. Awalnya, alis dibersihkan lalu dirapihkan dengan alat cukur. Setelah itu, alis digambar sesuai pola yang diinginkan.

Alat yang digunakan untuk menyulam adalah embroidery pen dengan mata 7 mata atau 14 mata, disesuaikan dengan pola atau dimensi yang diinginkan pelanggan.

Pemain lainnya adalah Ali Tattoo Sulam di Mangga Dua, Jakarta. Irva, staf Ali Tattoo Sulam bilang, kendala utama sulam alis dan bibir adalah menyesuaikan bentuk alis dan bibir dengan bentuk wajah. Menurutnya, konsumen harus terus dilibatkan dalam proses ini. "Bila konsumen sudah setuju baru dibuatkan," ujarnya.

Untuk pola sulam, tersedia pilihan empat dimensi (4D) dan enam dimensi (6D). Sulam 4D menghasilkan bentuk alis lebih berdimensi, tebal-tipisnya dapat diatur disesuaikan mendekati aslinya. Sementara dengan 6D, serat terlihat lebih halus dan warna lebih soft.

Tarifnya berkisar mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 9 juta. Paling mahal teknik shading. "Ini di atas sulam, hasil seperti bulu asli," jelasnya. Dalam sehari, Ali Tattoo Sulam bisa melayani hingga 10 konsumen.


Sumber : Kontan 12/11/2012
Editor: Havid Vebri

INDUSTRI KREATIF

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0816 || diagnostic_web = 0.6261

Close [X]
×