PELUANG USAHA
Berita
Meraup cuan dari jualan online oleh-oleh nusantara

AGEN ONLINE OLEH-OLEH DAERAH

Meraup cuan dari jualan online oleh-oleh nusantara


Telah dibaca sebanyak 3102 kali
Meraup cuan dari jualan online oleh-oleh nusantara

JAKARTA. Anda yang jatuh cinta pada makanan daerah dan merindukannya kembali, tak usah khawatir. Mulai banyak pebisnis yang menangkap peluang bisnis ini.  

Selain  perusahaan logistik JNE yang berbisnis makanan khas daerah online, pebisnis asal Jakarta Rio juga merintis usaha agenkuliner.com sejak tahun lalu. Agenkuliner.com menyediakan pilihan makanan unggulan mulai dari Bali, Bandung, Bangka, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Tidak hanya oleh-oleh khas Nusantara, Rio juga menawarkan penganan khas Jepang dan Jerman, yaitu kue dorayaki dan sosis halal Jerman. Rentang harga oleh-oleh yang ditawarkannya mulai dari Rp 17.500 hingga Rp 105.000 per bungkus.

Menurut Rio, ia memperhatikan kualitas produk yang dikirimkan. Apalagi, rata-rata oleh-oleh tradisional tidak berumur panjang. Makanya, pengemasan diupayakan sebaik mungkin.  Jika hendak mengirimkan siomay Bandung, ia menggunakan lapisan sterefoam dan plastik kedap udara. Waktu pengiriman juga harus benar-benar terukur.

Pemain lainnya David Christian juga berjualan oleh-oleh online sejak tahun lalu. Namun, toko off line miliknya sudah berdiri sejak 2008 di Yogyakarta. Melalui situs jualoleholeh.com, ia berharap bisa sekaligus mengembangkan toko miliknya. "Awalnya memang toko keluarga yang menjual makanan dan kue basah tradisional, sampai akhirnya saya juga terjun ke bisnis online," ujarnya.

Melalui jualoleholeh.com, David menawarkan beragam panganan populer dari berbagai daerah, seperti Bakpia Pathok 81 khas Jogya, Karak Solo, Slondok, hingga Getuk Magelang. Produknya dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 75.000 per bungkus. Harga ini belum termasuk ongkos kirim yang dipatok Rp 10.000 per kg.

Berbeda dengan Rio, David tidak menerima pengiriman kue basah ke luar Yogyakarta. "Saya belum berani, karena belum menemukan kemasan pas," klaim David. Adapun untuk pasokan produk, kedua pebisnis ini mendapatkannya langsung dari produsen di daerah.

Mereka mendatangi langsung produsen ke  daerah-daerah dan mengadakan kerjasama. "Untuk produk yang tahan lama, saya bisa menyimpan stok di Yogya, untuk langsung dikirim jika ada pesanan," ucap David.

Rio memilih tidak menyiapkan stok. Jika ada pesanan dari pembeli, ia baru akan meminta produsen  mengirimkan pesanan tersebut ke alamat pembeli. Cara ini lebih ringkas dan efisien.

Rio bisa mendapat  14 pesanan oleh-oleh dalam sehari. Tidak jarang, satu orang memesan untuk dikirim ke dua tempat. Omzetnya rata-rata mencapai Rp 80 juta sebulan. Sedangkan, David bisa meraup omzet bulanan berkisar Rp 20 juta-Rp 30 juta dari berjualan online oleh-oleh. Sementara, omzet toko off line bisa mencapai Rp 200 juta. Ia bilang, mayoritas pembelinya dari  Jakarta.

Nah, jika suatu saat Anda ingin sekali menikmati bika ambon Zulaikha atau bakpia pathok, tidak perlu pusing. Cukup pesan secara online, makanan idaman Anda bisa langsung dikirim.  

Editor: Dupla KS
Telah dibaca sebanyak 3102 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..