PELUANG USAHA
Berita
Merintis laba dari bimbingan belajar masuk STAN

TAWARAN KEMITRAAN PENDIDIKAN

Merintis laba dari bimbingan belajar masuk STAN


Telah dibaca sebanyak 3350 kali
Merintis laba dari bimbingan belajar masuk STAN

Pendidikan merupakan modal penting untuk meraih masa depan. Tingginya tingkat persaingan para pencari kerja membuat orang tua benar-benar memilih pendidikan yang baik demi kepastian masa depan buah hati.

Salah satu perguruan tinggi yang memiliki konsep pekerjaan jelas adalah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Pasalnya, lulusan sekolah tersebut sudah mendapat jaminan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Keuangan.

Karena kejelasan masa depan inilah, STAN menjadi buruan banyak calon mahasiswa. Alhasil, peluang untuk diterima di sekolah ini bisa makin kecil lantaran banyaknya peminat.

Kondisi ini menjadi peluang bagus bagi PT Enormous College (PT ENS). Perusahaan yang bergerak pada jasa bimbingan belajar (bimbel) khusus masuk STAN ini menawarkan konsep bimbel yang sudah disesuaikan dengan standar ujian masuk STAN. ENS ini didirikan oleh tiga alumnus STAN, yakni Wahyu Iskandaria, Alma Murtadi, dan Ilham Akbar pada 2009.

Sebagai bimbel untuk masuk STAN, ENS memiliki konsep khusus yang mengarahkan proses belajar siswa pada Ujian Saringan Masuk STAN. "Bimbel kami ini terdiri dari staf pengajar alumni STAN yang sudah pasti memahami seluk-beluk STAN," ujar Ilham Akbar. Kini, ENS telah membuka tiga cabang di Jakarta, Bandung, dan Makassar.

Untuk menampung lebih banyak minat calon mahasiswa STAN, mereka pun menawarkan waralaba ENS sejak September lalu. Untuk bisa bergabung, calon mitra cukup menyediakan investasi awal sebesar Rp 70 juta.

Dari nilai itu, uang sebesar Rp 50 juta menjadi franchise fee. Sisanya, digunakan untuk dana operasional yang terdiri dari biaya pelatihan tenaga kerja, promosi, administrasi, perlengkapan kantor, dan gaji empat orang pengajar serta seorang manajer.

Kerja sama ini berlaku selama lima tahun. Mitra pun bisa memperpanjang kerja sama. Selain itu, tiap tahun ENS akan mengutip royalty fee sebesar 10%.

ENS menawarkan tiga program kursus. Yakni, Program Ekstra Intensif Dini (EID) dengan 16 pertemuan, Program Ekstra Pemantapan (EIP) selama 24 pertemuan dan Program Jaminan Kembali (JBK) yang berlangsung selama 48 kali pertemuan.

Ketiga program ini berlangsung selama setahun penuh. Biaya kursus program EID Rp 494.000, untuk EIP Rp 647.000 dan JBK sebesar Rp 9,64 juta. Khusus program JBK, ada pengembalian sebesar Rp 4 juta, jika siswa yang mengikuti program ini gagal masuk STAN.

Dengan perkiraan jumlah siswa mencapai 78 orang untuk semua program, ENS menghitung, mitra bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 209,39 juta setahun. Alhasil, mitra pun hanya butuh waktu sekitar satu tahun saja untuk bisa mengembalikan modalnya.

Menurut Levita Supit, Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), prospek bisnis bimbel khusus STAN ini cukup baik karena masyarakat masih menganggap sekolah kedinasan lebih aman dan memiliki prospek yang jelas.

Permasalahannya hanya pada penentuan lokasi. Oleh karena itu, lokasi yang dekat dengan pusat keramaian menjadi syarat mutlak. "Lokasi yang strategis mempermudah akses siswa dan mudah terlihat oleh masyarakat luas," ujarnya.


Bimbel ENS STAN
Jl. Pisok Raya 9,
Sektor V Bintaro Jaya
Tangerang
Telp. (021) 7358535

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 3350 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..