| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.373
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Meski omzet sempat turun, PKL dukung revitalisasi Malioboro

Sabtu, 07 Juli 2018 / 16:05 WIB

Meski omzet sempat turun, PKL dukung revitalisasi Malioboro

KONTAN.CO.ID - Sebagai salah satu destinasi wisata favorit, Yogya mulai berbenah. Maklum, tiap musim libur, para wisatawan selalu memadati kota pelajar tersebut. Bahkan, bisa dibilang macetnya ibukota Jakarta berpindah ke Jogja.

Salah satu pembenahan terlihat di kawasan Malioboro. Sebagai kawasan yang selalu dipadati para wisatawan dan kendaraan bermotor saat musim liburan, sudah waktunya Malioboro menyelesaikan persoalan kemacetan.

Padatnya pejalan kaki bertemu dengan kendaraan bermotor selalu menimbulkan kemacetan panjang. Bahkan, kondisi ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan baik bagi wisatawan maupun warga Yogya.  

Namun, sekarang, jika Anda bertandang ke Malioboro, akan nampak perubahan, terutama pada bagian pejalan kaki. Trotoar dibuat lebih lebar, lalu beberapa kursi taman diletakkan di beberapa titik sepanjang trotoar. "Kalau kursi - kursi ini sudah ada sejak habis lebaran tahun lalu," kata Kuswiyanto, salah satu pedagang pakaian di kawasan Malioboro, saat ditemui KONTAN pada Minggu (1/7) lalu.

Berdasarkan informasi Yanto, sapaan akrab Kuswiyanto, penataan atau revitalisasi kawasan Malioboro berlangsung sejak tahun 2015. Akan tetapi, khusus penataan trotoar di sepanjang jalur dagang PKL Malioboro atau revitalisasi sisi barat Malioboro baru berlangsung sekitar Maret 2017. Sampai saat ini proses pengerjaan masih berlanjut.

"Selama libur Lebaran sampai akhir bulan ini, pengerjaan diliburkan sementara. Katanya sih mau dilanjut awal Juli. Mungkin mulai Senin (2/7) besok," tutur Yanto.

Ia mengatakan, selama proyek revitalisasi berlangsung, para PKL yang berjualan pakaian mengalami penurunan omzet sampai 20%. Terlebih saat awal proyek tersebut berjalan, ia mengaku sejumlah PKL sempat kewalahan menghadapi proyek tersebut.

"Awal-awal, omzet memang sempat turun. Lalu kami negosiasi sama pihak yang garap proyek ini, bagaimana biar sama-sama enak. Alhamdulilah, sekarang sudah pelan-pelan balik normal," ungkapnya.

Pernyataan Yanto tersebut dibenarkan oleh Slamet Santoso, Ketua Umum PKL Malioboro. Saat awal proyek revitalisasi jalur pejalan kaki berlangsung, sejumlah PKL memang mengeluhkan adanya penurunan omzet. "Bener kalau beberapa pedagang ada yang omzetnya turun. Sekarang sudah lumayan membaik," ujarnya.

Karena kondisi tersebut, pihak PKL mengajukan beberapa poin negosiasi kepada pemerintah terkait proyek revitalisasi Malioboro. Negosiasi tersebut dilakukan agar sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.
"Biar sama-sama enaklah. Sebenarnya kami, para PKL mendukung revitalisasi ini. Sebab, revitalisasi juga upaya pemerintah menata kawasan Malioboro. Agar pengunjung juga lebih nyaman di sini," jelas Slamet.                          


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

SENTRA PENJUALAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0443 || diagnostic_web = 0.3033

Close [X]
×