| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.373
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Meski omzet sempat turun, PKL dukung revitalisasi Malioboro

Sabtu, 07 Juli 2018 / 16:05 WIB

Meski omzet sempat turun, PKL dukung revitalisasi Malioboro

Sistem on-off beri kesempatan pedagang raup omzet tinggi

Proyek revitalisasi kawasan Malioboro sisi barat tentu menimbulkan sejumlah dampak bagi para pedagang kaki lima (PKL). Ketua Umum PKL Malioboro, Slamet Santoso menjelaskan, jika ada beberapa poin negosiasi yang diajukan pada pihak pemerintah. Salah satu poinnya adalah pemberlakuan sisten on-off.

"Maksudnya sistem on-off ini, proyek dan jadwal jualan kami dilakukan secara bergantian. Misal, selama tiga hari ke depan, wilayah di sekitar lapak saya dibongkar, ya saya libur jualan untuk sementara. Nanti kalau sudah rampung baru jualan lagi," jelas Slamet.

Ia mengatakan sistem tersebut dilakukan agar proyek bisa tetap berjalan dan para PKL yang berjualan tidak terganggu selama proyek berlangsung. "Maka dari itu, saya butuh jadwal pengerjaan proyek, biar saya bisa mengatur jadwal berjualan teman-teman PKL," ujar Slamet.

Tak dipungkiri jika pemberlakuan sistem on-off tersebut yang menyebabkan turunnya omzet para pedagang. Hal tersebut dilontarkan oleh Kuswiyanto atau yang akrab disapa Yanto, salah satu pedagang pakaian di Malioboro. Ia bilang, untuk sementara waktu para PKL harus mengalah demi proyek revitalisasi sisi barat Malioboro.

"Ya itu, salah satu penyebab omzet turun. Jualannya kami dijadwal. Tapi ya mau bagaimana lagi, daripada jualan di tengah-tengah proyek, ngga nyaman juga. Banyak debu, belum lagi resiko kalau ada kecelakaan proyek. Pembeli juga pasti tidak nyaman," ungkap Yanto.

Ditanya soal jumlah pengunjung yang datang ke Malioboro selama proyek revitalisasi berlangsung, Yanto bilang, tidak ada pengurangan pengunjung. Kawasan Malioboro tetap ramai seperti biasa, apalagi jika memasuki akhir pekan atau liburan.

Untuk mengatasi penurunan omzet, Slamet mengatakan jika pihak PKL juga menyampaikan poin negosiasi selanjutnya, yakni selama Idul Fitri, pengerjaan proyek diliburkan. Harapannya, selama libur Idul Fitri, para PKL bisa meraup keuntungan karena banyak pengunjung yang berbelanja.

"Kami minta waktu berjualan H-7 hingga H+15. Dan Alhamdulilah dikabulkan sampai sekarang proyeknya masih libur, mungkin dilanjut lagi minggu depan," tutur Slamet. Ia juga berharap agar revitalisasi berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan alias tidak molor. Sehingga, tidak membuat para PKL di sepanjang Malioboro makin rugi.

Yanto lanjut menambahkan, proyek revitalisasi tersebut rencananya bakal selesai sebelum Tahun Baru 2019. "Katanya proyek ini bakal beres sebelum Tahun Baru. Jadi pas Tahun Baru sudah lebih rapi dan mudah-mudahan pengerjaannya ngga molor," tukasnya. Ia juga menginfokan jika beredar rumor para PKL bakal dialokasikan dalam satu gedung.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

SENTRA PENJUALAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0282 || diagnostic_api_kanan = 0.0390 || diagnostic_web = 1.3386

Close [X]
×