| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Napro.id tawarkan investasi properti beristem crowdfunding

Minggu, 14 Januari 2018 / 17:49 WIB

Napro.id tawarkan investasi properti beristem crowdfunding
ILUSTRASI. Apartemen Grand Taman Melati Margonda 2 dari PT Adhi Persada Properti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi pada aset properti kerap dihindari karena dirasa harus menyiapkan modal yang besar. Melalui sistem crowdfunding yang tengah dipersiapkan perusahaan startup Nabungproperti (Napro.id), calon investor dapat mendapatkan yield dari properti tersebut, tanpa memilikinya secara langsung.

Crowdfunding secara garis besar adalah alternatif untuk mendapatkan modal yang memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang bersama-sama mengumpulan dana untuk mewujudkan suatu proyek.

COO Napro.id, Sandra Vandhi menjelaskan, proyek investasi properti alternatif ini menyasar kalangan eksekutif muda yang tertarik pada investasi properti namun segan karena tidak memiliki modal yang mencukupi. Dengan demikian, Napro.id membuka kesempatan menabung properti dari Rp 500.000 dan kelipatannya.

Prosesnya adalah, setelah membuka akun pada situs Napro.id, calon investor mendapat kesempatan untuk memilih skema unit properti yang telah disiapkan. Adapun properti yang disiapkan berasal dari developer anak BUMN seperti Adhi Persada berupa unit rumah dan apartemen yang sedang dalam tahap pengembangan.

"Kenapa BUMN, karena mereka memiliki garansi pasti akan menyelesaikan pembangunannya," jelas Sandra pekan ini.

Setelah memilih unit dan menyetor dana, Napro.id akan menunggu hingga mencapai target pendanaan sebelum menutup lot lelangnya dan Napro.id akan membeli unit tersebut langsung ke developer. Kemudian sesuai skema tabungan unit yang dipilih, misal tabungan ditahan selama 12 bulan ataupun dua tahun, baru pada saat jatuh tempo dana akan dikembalikan ditambah kelipatan bunga tabungan. Serta setelah properti dijual, investor menadapatkan yield proporsional sesuai porsinya pada lot tersebut.

"Tingkat kenaikan properti itu besar dan kami akan kasih garansi return," kata Sandra. Ia memberikan kisaran return yield sebesar 10%-12% untuk setiap unitnya, namun bisa lebih besar bila hasil penjualan properti tersebut ternyata lebih besar dari perkiraan.

Sandra memberikan garansi investasi pada platform fintech properti ini akan bersifat aman lantaran Napro.id akan membeli tunai unit propertinya. Dengan demikian, underlying asset jelas ada serta dilengkapi surat pesanan dan surat perjanjian pengikatan jual beli (PPPJB).

Proyek startup ini sudah dikembangkan sejak Juli 2017 dan bakal meluncur bulan ini. Proyek ini juga salah satu peserta program kolaborasi PT Bank DBS Indonesia dengan Founders Institute dalam pengembangan industri fintech di Indonesia. =


Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Rizki Caturini

STARTUP

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0023 || diagnostic_api_kanan = 0.0419 || diagnostic_web = 0.2096

Close [X]
×