kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.571
  • EMAS593.896 0,51%

Ombak tinggi kikis untung produsen olahan ikan

Sabtu, 11 Agustus 2018 / 15:05 WIB

Ombak tinggi kikis untung produsen olahan ikan



KONTAN.CO.ID - Angin kencang yang melanda Indonesia mengakibatkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perainan. Selain merusak bangunan-bangunan di bibir pantai, angin kencang juga menghentikan aktifitas nelayan.

Ganasnya ombak mampu membuat kapal nelayan terbalik. Sejumlah peristiwa kapal terbalik dan tenggelam beberapa waktu lalu cukup menghantui nelayan. Akibatnya, stok ikan turun drastis. Harga ikan pun melambung tinggi.  

Mujiati, pemilik Sambal Cuk asal Surabaya mengamini hal tersebut. Menurutnya, stok ikan di pasaran mulai menurun sejak dua minggu lalu sampai dengan hari ini (6/8). Kalaupun ada, harganya sangat tinggi.  

Seperti harga ikan teri putih naik dua kali lipat dari biasanya, udang kecil naik sekitar 20% dan ikan tuna mengalami kenaikan 10%.

Kelangkaan ikan di pasaran membuat Muji harus rela mengurangi produksinya sampai 40% dari rata-rata total produksinya yang mencapai 2.000 - 5.000 botol per hari. "Saya memilih mendapatkan keuntungan tipis daripada menaikkan harga jual atau mengurangi kualitas," katanya pada KONTAN, Senin (6/8).

Kondisi seperti ini adalah fenomena alam yang terjadi setiap tahun. Hanya, kali ini gelombang besar lebih lama melanda perairan Indonesia. Sebelumnya, hanya terjadi satu sampai dua kali dalam setahun.

Untuk mengamankan stok ikan, perempuan berusia 50 tahun ini mengandeng tiga pemasok ikan dari Tuban, Madura dan Jawa Tengah. Ikan-ikan yang diterimanya langsung diproses untuk dikeringkan sebelum dicampurkan didalam adonan sambal.

Sekedar info, Sambal Cuk mempunyai 35 macam varian dan didominasi sambal campuran daging ikan seperti sambal roa, sambal tuna, sambal udang, sambal ikan teri, dan lainnya.

Menyasar kalangan menengah harga jualnya dibandrol mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 35.000 per botol. Konsumennya pun sudah merata dari Sabang sampai Marauke dan juga sampai ke pasar internasional seperti Amerika, Taiwan, dan Singapura.

Widat Mardika Tanka, Manager Pemasaran Tahu Tuna Pak Ran juga sudah merasakan kelangkaan ikan sejak bulan Ramadhan tahun ini sampai hari ini.

Imbasnya harga beli ikan nelayan naik sampai 30%-40% dari harga normal. Namun, Widat bilang, tak mengalami masalah berarti dengan berkurangnya pasokan ikan ini.  Sebab, perusahaannya sudah bekerjasama dengan nelayan besar serta memiliki manajemen stok yang cukup baik. Sayang, dia tak menyebut total kebutuhan ikan per hari.

Namun, Tahu Tuna Pak Ran mengerek harga jual produknya lantaran harga ikan terus melonjak. Widat bilang, harga jualnya naik Rp 500 per pak, menjadi 15.000 per pak. Dengan sistem reseller, Tahu Tuna Pak Ran sudah menjelajah ke berbagai kota di Indonesia.         


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BISNIS KULINER

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0871 || diagnostic_web = 0.3721

Close [X]
×