kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Omzet melonjak saat musim haji (2)


Kamis, 25 September 2014 / 15:32 WIB
Omzet melonjak saat musim haji (2)
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Havid Vebri

Setiap memasuki musim Bulan Dzulhijjah, pusat oleh-oleh haji di  Thamrin City, Lantai 3A, Jakarta Pusat selalu ramai dikunjungi pembeli. Aneka oleh-oleh haji bisa ditemukan di tempat ini.

Fauzi, salah seorang pedagang oleh-oleh haji bilang, pasokan oleh-oleh haji didapat dari para importir langsung. "Ada yang dari Jakarta, Surabaya, atau langsung impor dari Mesir," katanya kepada KONTAN.

Misalnya manisan buah kurma, kismis dan kacang-kacangan, diperoleh dari importir di Jakarta. Sedangkan cokelat kurma dan produk perawatan kulit diimpor langsung dari Arab Saudi.

Ada juga yang dipesannya dari perajin di Surabaya, seperti tasbih. Dari sekian banyak jenis oleh-oleh yang dijualnya, oleh-oleh berupa kurma, kismis, dan kacang-kacangan paling banyak peminatnya. "Kalau ramai, sehari rata-rata bisa jual sampai 10 kilogram (kg) kurma," sebutnya.

Dalam sebulan, ia mampu menjual 300 kg kurma atau kismis. Manisan ini diminati tidak hanya saat musim haji. Saat bulan puasa juga banyak orang berburu kurma dan kismis buat berbuka puasa.

Konsumen oleh-oleh haji di tempat ini berasal dari daerah Jabodetabek. Memang belum semua orang tahu tempat ini. Maklumlah, pusat oleh-oleh di Thamrin City ini belum lama buka.

Selain konsumen langsung, ada juga beberapa pelanggan yang berburu oleh-oleh haji di tempat ini buat dijual kembali. "Umumnya dari luar kota seperti Surabaya, Cirebon, atau Bandung," ujarnya.

Dari pembeli luar kota itu, Fauzi mengaku memperoleh untung cukup besar ketimbang pembeli langsung di Jakarta. Sebab, pembeli dari luar kota ini bisa membeli lebih dari satu dus kurma.

Meski semua pedagang oleh-oleh haji ini menawarkan produk yang serupa, Fauzi memiliki salah satu produk yang berbeda yang tidak semua toko memilikinya. "Saya menjual boneka kucing dalam karung," ujarnya.

Boneka kecil ini memang sekilas berbentuk karung dengan ekor kucing di belakangnya. Boleh dibilang jarang yang menjual, tapi ada saja yang membelinya. Aziza, pedagang yang sudah berjualan selama satu tahun di area ini banyak menjual produk-produk kosmetik yang biasa digunakan saat umroh atau naik haji.

Misalnya, pewarna bibir (lipstik), pensil alis, bedak, hingga sabun Arab. Ia memperoleh produk kosmetik ini dari importir di Jakarta. Menjelang idul Adha dan kepulangan jamaah haji pada Oktober nanti, para pedagang mengharapkan bisa meningkatkan penjualan mereka dibandingkan hari biasanya.

Maklum, penjualan cindera mata ini biasanya melonjak naik menjelang Idul Adha. Selain mengandalkan jamah haji, ia juga banyak melayani konsumen yang baru pulang dari ibadah umroh. "Saat musim umroh banyak orang mencari oleh-oleh di tempat ini," katanya.        

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×