: WIB    —   
indikator  I  

Omzet ratusan juta dari hobi kerajinan tangan (2)

Omzet ratusan juta dari hobi kerajinan tangan (2)

KONTAN.CO.ID - Sejak tahun 2010, Rd. Muhamad Bashir Khan atau biasa disapa Cie sudah mulai membuat kerajinan kulit. Produk-produk tersebut baru mulai dipasarkan tahun 2012. “Awalnya dibantu 2-3 orang teman. Sekarang karyawannya ada 24 orang,” tutur dia.

Meski melayani produk custom, konsumen Droplets tak dibiarkan menunggu lama. Cie bilang, biasanya pengerjaan produk paling lama berlangsung selama tujuh hari. “Dalam jumlah banyak juga paling lama tujuh hari,” ujarnya kepada KONTAN.

Proses pengerjaan produk diawali dengan desain. Setelah itu, bahan baku kulit dan kayu akan dipotong sesuai pola yang diinginkan. Jika dulu masih mememotong dengan cara manual, kini Cie pakai mesin supaya guntingan lebih presisi. Ia pun masih mempertahankan proses menjahit dengan tangan supaya bentuknya apik.

Produk Droplets memang menggunakan bahan baku kulit dan kayu. Hanya saja, kulit lebih dominan. Bahan kulit yang digunakan Cie merupakan barang impor, sedangkan kayu didatangkan dari Sumedang, Jawa Barat.

Jenis kulit yang digunakan Droplets cukup beragam, seperti kulit sapi, kerbau, dan domba. Setidaknya puluhan rol bahan baku kulit siap produksi dipasok setiap bulannya.

Tingginya permintaan dan cepatnya proses produksi yang dilakukan, membuat Droplets dapat hasilkan 5.000 produk setiap bulannya. Produk ini dipasarkan baik offline maupun online.

Selain mengelola gerai pribadi dan berbagai media sosial milik Droplets Indonesia, Cie juga memasarkan produknya lewat reseller. Saat ini sudah ada sekitar 20 reseller Droplets yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Produk-produk Droplets kini berupa gelang, clutch identity, clutch, ikat pinggang, dompet, hingga tas. Harga produk tersebut dijual dengan rentang Rp 35.000-Rp 2,5 juta per item.

Berkat gencarnya penjualan, Cie berhasil raup omzet ratusan juta dari usahanya. “Kami juga pernah beberapa kali dapat penghargaan, yang terbaru itu dari HIPMI,” ujar Cie.

Saat ini, Cie masih terus mengembangkan produknya. Masih dalam riset dan percobaan, dalam dua bulan kedepan rencananya ia siap memasarkan jenis produk baru.        

(Bersambung)


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Johana K.

0

Feedback   ↑ x
Close [X]