kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Padukan plastik dan kanvas, tembus pasar dunia

Sabtu, 13 Januari 2018 / 14:10 WIB

Padukan plastik dan kanvas, tembus pasar dunia

KONTAN.CO.ID - Plastik merupakah limbah yang paling sulit terurai. Alhasil, sampah plastik pun terus menumpuk. Resah melihat kondisi ini, Deasy Esterina mencoba menyulap plastik menjadi beragam model tas.  

Usaha daur ulang ini,  Deasy geluti mulai Oktober 2016 lalu, dengan mengusung merek Kreskros. Namun, tak hanya plastik, perempuan asal Ambarawa, Jawa Tengah ini juga memadukan material lain, seperti kanvas dan kulit.  

Sejatinya, pada 2014, dia sudah memproduksi barang sejenis untuk mengisi bazar perayaan hari desain. Seluruh barangnya laris-manis. Inilah yang mendorongnya lebih serius menjalani usaha ini.

Sayang, karena ada suatu kendala, Deasy harus menutup usahanya sekitar 1,5 tahun. Baru setelah itu, dia mulai kembali menjalankan usaha dengan melakukan re-konsep usaha.

Bak gayung bersambut, usahanya terus berkembang. Produknya pun terus dikirimkan ke pasar internasional, seperti ke Belanda, Singapura, Amerika, dan Australia. Sedangkan, pemasaran di dalam negeri masih terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta dan Semarang.

Untuk memenuhi kebutuhan limbah plastik, perempuan berusia 27 tahun ini menjalin kerjasama dengan pemasok di Ambarawa. Dalam sekali belanja bahan baku, Deasy bisa memasok 1,5 ton sampah plastik.

Dalam sebulan total produksinya sekitar 120 unit. Dia dibantu 10 orang karyawan di tahap produksi. Harga jual tas daur ulangnya berkisar  Rp 350.000 sampai Rp 2 juta per unit.  

Sampai sekarang sudah ada dua seri koleksi yang telah diluncurkan. Jenisnya pun cukup beragam mulai dari tas berukuran kecil hingga tas punggung.

"Produksi kami masih terbatas karena prosesnya masih handmade, merajut plastiknya harus dilakukan secara manual," katanya pada KONTAN, Rabu (20/12).

Kendala yang dihadapinya saat ini adalah lamanya proses pembersihan sampah plastik sebelum siap untuk dirajut. Maklum saja, plastik tersebut didapatkan dari pabrikan yang berada disekitar Ambarawa.  

Untuk memasarkan produknya, dia banyak menggunakan media digital seperti Instagram dan website. Lainnya, dia juga getol ikut serta dalam berbagai bazar produk kerajinan di Jakarta, Solo, Semarang, dan Singapura.

Selain itu, Deasy mengaku sebagian pendapatannya dari Kreskros digunakan untuk menggelar kampanye dalam bentuk pameran yang bertemakan tentang pencemaran lingkungan karena sampah plastik.

Untuk pertama kalinya, pameran tersebut digelar di Salatiga, Jawa Tengah. Dan kedepan, dia berharap dapat menggelar acara tersebut secara rutin serta dapat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan segala jenis sampah plastik.


Reporter Tri Sulistiowati
Editor : Johana K.

GREEN BUSINESS

Berita terbaru Peluang Usaha

Join the discussions
TERBARU
MARKET
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy