kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.552
  • SUN103,81 -0,11%
  • EMAS609.032 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Panas dingin kemitraan es krim

Sabtu, 10 Februari 2018 / 09:30 WIB

Panas dingin kemitraan es krim

KONTAN.CO.ID - Bisnis makanan seolah tak pernah ada matinya. Salah satunya adalah es krim. Hampir semua kalangan doyan dengan makanan yang terbuat dari lemak susu ini. Bahkan di berbagai negara, makanan dingin dan berbahan lembut ini dikenal sebagai makanan pencuci mulut.

Seiring perkembangan jaman, es krim kini sudah tidak berdiri sendri. Kerap dipadu-padankan dengan makanan lain. Seperti waffle, roti atau beragam minuman lainnya, Malah, campuran es krim kini juga sudah ada di minuman tradisional seperti es cendol.

Beragam manfaat dari es krim inilah yang membuat orang kepincut untuk berbisnis makanan pelengkap ini. KONTAN sendiri pernah mengulas program kemitraan es krim sekitar satu tahun yang lalu. Nah, apakah saat ini program kemitraan dari es krim tersebut masih menjanjikan? Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ulasan tiga pebisnis es krim yang pernah KONTAN ulas.

Ice Cream Hulala

Salah satu usaha yang menawarkan kemitraan adalah Ice Cream Hulala asal Magelang, Jawa Tengah. Bisnis debutan Cipto Aji Wibowo ini berdiri 2015. Saat KONTAN ulas Maret 2015, Hulala sudah memiliki enam gerai.

Sebanyak satu gerai merupakan milik pusat yang terletak di Magelang dan lima gerai lainnya milik mitra yang tersebar di Magelang, Kebumen, Purwokerto dan Semarang.

Dua tahun lebih berlalu, gerai Hulala makin berkembang. Kini gerai yang berdiri mencapai lebih dari 350 gerai. Ratusan gerai tersebut tersebar di seluruh Indonesia mulai Aceh hingga Papua. "Mitra kami sudah ada di seluruh Indonesia. Sebagian besar gerai ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Surabaya, Pontianak dan sebagainya," tutur Dani Nugroho, Koordinator Pemasaran Ice Cream Hulala kepada KONTAN, Kamis (11/1).

Berkembangnya jumlah gerai juga berdampak pada perubahan paket investasi yang ditawarkan. Pada 2015 lalu, Ice Cream Hulala hanya menawarkan satu paket kemitraan, yakni paket Rp 18 juta. Kini paket kemitraan yang ditawarkan ada tiga yaitu paket Rp 15 juta, paket Rp 25 juta dan paket Rp 40 juta. Selain pilihan lebih beragam, kenaikan paket investasi tersebut untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku.  

Progres lain yang terjadi adalah di menu. Bila semula jumlah menu di gerai tersebut baru ada 12 rasa, kini sudah menjadi 18 rasa dengan harga sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per cup. Aneka varian rasa tersebut yaitu cokelat, stroberi, vanila, jeruk, mangga, anggur, rasa taro, teh hijau,  blueberry, capucino, plain yang dicampur dengan buah-buahan dan sebagainya

Sejauh ini, ia mengklaim belum ada kendala berarti dalam mengembangkan bisnis Hulala. Cuma sebagai langkah antisipasi, pihak pusat ingin mengembangkan sistem pelatihan karyawan. Rupanya, selama ini pihak pusat hanya memberi pelatihan karyawan via media, semisal lewat rekaman video, video call atau telepon.

Nanti, ia ingin pelatihan karyawan bisa berlangsung di lokasi mitra. Targetnya adalah supaya setiap karyawan yang bergabung dengan mitra Hulala punya kualifikasi memadai. "Saat ini kami masih mencari tim," timpalnya.

Untuk urusan pemasaran, Hulala sudah memanfaatkan teknologi online seperti lewat website atau media sosial. Sedangkan pemasaran offline, yang dulu kerap dijalankan, sudah tidak lagi diterapkan.

Nah, kalah ada yang minat, Hulala menargetkan tahun ini bisa tambah 120 gerai lagi. Dani bilang target tersebut terkait target bulanan yang dipatok bisa tambah antara 10-15 gerai.

Manda Ice Cream

Usaha makanan penutup besutan Mariono ini mulai menawarkan kemitraan sejak tahun 2013. Dalam ulasan KONTAN pada Januari 2017, jumlah gerai yang beroperasi ada 15 yang tersebar di Jabodetabek.

Selang satu tahun, ternyata seluruh gerai tersebut tutup karena kesulitan  mendapatkan pasokan bahan baku. "Bahan baku impor dan mahal dan sekarang sulit masuk,"  katanya ke KONTAN, (10/1).

Penutupan gerai ini sudah dimulai sejak enam bulan lalu. Mariono mengaku bakal kembali membuka usaha tersebut bila kondisi bahan baku impor sudah stabil dari sisi harga dan pasokan. Ia masih enggan memakai bahan baku lokal karena secara kualitas ia anggap belum sebaik impor.

Kala masih beroperasi,  Manda Ice Cream menawarkan dua paket kemitraan yaitu paket Rp 15,5 juta dan Rp 26,5 juta. Setelah bergabung, mitra bakal mendapat pasokan bahan baku es krim sebanyak 14 kilogram (kg). Adapun untuk pembelian selanjutnya, mitra dikenakan biaya Rp 70.000 per kg.

Sedangkan, untuk harga produk dibanderol antara Rp 8.000 sampai Rp 16.000 per biji. Selain itu, ia juga menjual bubuk es krim.

Padahal kala itu, Usaha ini  terbilang cukup berhasil. Sebab Mariono sempat mengandeng lebih dari 1.000 mitra dari Aceh hingga Papua. Penjualan tertinggi bubuk es krim terdapat di Papua. Menurut pengakuannya, beberapa mitra di sana dalam sebulan bisa memesan lebih dari 100 kilogram  bubuk es krim per bulannya.  


Reporter Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Tri Sulistiowati
Editor : Johana K.

REVIEW WARALABA

Berita terbaru Peluang Usaha

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]