PELUANG USAHA
Berita
Panen cepat, budidaya kenaf tak merepotkan (2)

BUDIDAYA TANAMAN KENAF (2)

Panen cepat, budidaya kenaf tak merepotkan (2)


Telah dibaca sebanyak 5272 kali

Prospek pasar tanaman kenaf cukup menjanjikan. Pasalnya, permintaan serat cukup tinggi. Belum lagi, masa panen tanaman ini relatif cepat serta budidaya-nya yang mudah.

Bambang Prayitno, pebudidaya kenaf asal Malang, Jawa Timur bilang kenaf sudah bisa panen hanya dalam waktu 3,5 bulan sejak ditanam. Bila panen setelah usia lebih dari 3,5 bulan, hasilnya lebih banyak lagi. Apalagi jika tanaman ini mendapat pasokan air yang cukup.

Idealnya kenaf di tanam di satu lokasi.. Agar hasilnya bagus, kenaf sebaiknya juga di tanam sekali dalam setahun. Jeda waktu setelah panen kenaf, Anda bisa menanami lahan Anda  dengan  komoditas lain seperti padi.

Setelah panen kenaf, Anda bisa menyelingi dengan  menamam padi. Pada bulan ke empat atau jelang panen padi, benih kenaf bisa langsung disebar. Setelah panen, batang padi dibabat  pendek dan bibit  kenaf sudah  tumbuh.

Daun kenaf berwarna hijau muda. Jika warna daun agak kuning, petani bisa menaburkan pupuk urea. Ketika kenaf berumur dua bulan, petani bisa kembali menyebar pupuk urea agar laju pertumbuhan bisa lebih cepat.

Bambang menegaskan, kenaf harus ditanam di daerah rawa. Pasalnya, pada akhir tahun, daerah rawa memiliki ketinggian tanah paling rendah sehingga rawan banjir. Kalau sudah begitu, lahan hanya bisa ditanami padi.

Biasanya, jika lahan dibiarkan, maka tanaman seperti eceng gondok akan tumbuh. Jika mau menanam padi lagi, biayanya bisa tinggi karena gangguan dari eceng gondok. Namun, dengan ditanami kenaf, produksi padi bisa meningkat pesat. “Kalau biasanya produksi 3 ton, karena lahan diselingi kenaf, produksi padi bisa mencapai 8 ton,” tandasnya.

Tanaman kenaf bisa dibilang minim penyakit. Namun, terkadang kenaf diserang hama kutu. Biasanya, kutu dari tanaman kacang. Jika kacang sudah tidak ada, kutu berpindah ke tanaman kenaf.

Untuk mengatasinya, kenaf cukup disemprot insektisida.Untuk jarak tanam, tergantung kondisi tanahnya. Jika tanahnya subur, jarak tanam kenaf 20 centimeter (cm) x 50 cm dengan satu tanaman setiap lubang.

Sementara, jika tanah kurang subur, jarak tanam dibuat agak sempit, yakni 20 cm x30 cm. Pebudidaya lain, Samsul Rusli di Samarinda, mengatakan sebelum menanam kenaf, lahan harus dibersihkan dulu dari gulma. Tanah juga harus diolah dulu sehingga menjadi gembur.

Samsul memanen kenaf dengan cara memotong batangnya. Batang kenaf dibersihkan dari daun yang menempel. Penyerataan dilakukan setelah batang direndam selama sebulan. “Serat harus dijemur dulu sebelum ditimbang dan dijual,” tuturnya.                

(Selesai)

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan 22/5/2013
Telah dibaca sebanyak 5272 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..