: WIB    --   
indikator  I  

Parkiran, aplikasi pemesanan lahan parkir online

Parkiran, aplikasi pemesanan lahan parkir online

JAKARTA. Sekarang hampir semua aktivitas bisa serba online. Bahkan, sistem parkir kendaraan bermotor pun juga sudah menggunakan sistem online. Adalah aplikasi Parkiran kini ikut meramaikan berbagai aplikasi yang memudahkan aktivitas masyakarat sehari-hari.

Dengan aplikasi ini, pemilik motor atau mobil bisa melakukan booking lot parkir selayaknya melakukan booking hotel. "Aplikasinya saat ini sudah tersedia untuk perangkat berbasis Android," ujar CEO & Founder Parkiran, Hatta Afkar dalam keterangan resminya, Jumat (27/1).

Penggunaan aplikasi ini cukup sederhana. Pemilik kendaraan bisa mencari lahan parkir yang tersedia dengan layanan peta realtime di dalam aplikasi. Cakupan wilayahnya bisa diatur untuk lahan parkir terdekat atau sesuai dengan pencarian lahan parkir yang diinginkan.

Setelah lokasi yang diinginkan ketemu, pemilik kendaraan bisa melakukan reservasi atau check in di lahan parkir tersebut. Bila melakukan reservasi pemilik kendaraan akan mendapat tiket berupa QR code yang nantinya akan discan oleh juru parkir atau pemilik lahan parkir atau mitra Parkiran.

Kapasitas dan ketersediaan parkiran akan terlihat secara real time dalam aplikasi. Besaran atau biaya parkir sudah ditentukan di awal. "Jadi, Anda tidak akan bingung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa parkir di tempat yang dituju," jelas Hatta.

Soal pembayaran, transaksinya bisa dilakukan secara tunai maupun lewat fitur dompet digital P Pay yang tersedia di dalam aplikasi.

Nah, sekarang, soal pemilik lahan parkir. Parkiran sudah memiliki 25 mitra atau penyedia lahan parkir di kawasan Jabodetabek. Sekitar 15 di antaranya sudah online. Mitra Parkiran umumnya rumah. "Rumahan tapi tidak murahan," imbuh Hatta.

Sebab, Parkiran mengedukasi para mitra untuk memberikan fasilitas tambahan seperti toilet, musholla, warung makan, wifi gratis, tempat cuci motor dan helm agar memiliki nilai tambah bagi calon pengguna jasa layanan parkir.

Parkiranmenggunakan sistem kerja bagi hasil. Parkiran bakal memperoleh masing-masing jatah 25% dari rata-rata 100 motor dan 5 mobil yang parkir. Sisanya merupakan hak pemilik lahan.

Catatan juga, dengan sistem pembayaran yang tersedia dalam aplikasi Parkiran juga memungkinkan adanya transparansi, sehingga retribusi dan pajak yang harus disetorkan ke negara menjadi lebih jelas, tidak seperti parkiran liar.

Sehingga, selain menambah kas negara, aplikasi ini juga diharapkan turut membantu Dishub yang selama ini gencar memerangi parkir liar. Kemacetan juga diharapkan bisa berkurang karena selama ini parkir liar menjadi salah satu penyebab kemacetan.

"Bagi pemilik kendaraan juga akan memperoleh rasa aman dan nyaman, tidak perlu khawatir pentil motornya dicabut atau mobilnya diderek dishub," pungkas Hatta.


Reporter Dityasa H Forddanta
Editor Rizki Caturini

STARTUP

Feedback   ↑ x
Close [X]