PELUANG USAHA
Berita
Pasar Rumput: Cocok berburu sepeda murah (1)

SENTRA SEPEDA, PASAR RUMPUT (1)

Pasar Rumput: Cocok berburu sepeda murah (1)


Telah dibaca sebanyak 10096 kali
Pasar Rumput: Cocok berburu sepeda murah (1)

Selain terkenal sebagai pusat penjualan kloset bekas, Pasar Rumput di Jakarta Selatan juga memiliki sejumlah sentra usaha lainnya. Salah satunya adalah sentra penjualan sepeda.

Sentra sepeda di pasar ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Para pedagang sepeda di sentra ini bisa Anda temukan di sepanjang Jalan Sultan Agung, mulai dari depan halte Pasar Rumput mengarah ke Pasaraya Manggarai. Sentra yang diramaikan oleh sekitar 18 pedagang ini menempati di sisi kiri jalan sepanjang 1 kilometer (km). Selain kios permanen, beberapa pedagang juga ada yang membuka lapak di pinggir jalan untuk menjajakan dagangan mereka.

Saban hari, ruas Jalan Sultan Agung ini selalu macet. Selain karena banyak sentra usaha, Jalan Sultan Agung juga termasuk ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan dari arah Manggarai menuju Kuningan dan Dukuh Atas. Walaupun daerah ini terkenal dengan arus lalu lintasnya yang padat, Kondisi itu rupanya tidak mengurungkan niat para pembeli.

Ketika KONTAN menyambangi sentra ini pada Jumat (8/3), tampak tempat ini ramai dikunjungi banyak pembeli. Darmanto, pemilik Toko Sumber Rejeki mengaku, kiosnya memang hampir selalu ramai. Ia mengaku, banyak pencari sepeda menyambangki kiosnya  pada jam-jam pulang kerja. "Selain itu, pas akhir pekan dan liburan anak sekolah, itu pengunjungnya lebih banyak lagi," katanya.

Darmanto sendiri sudah berjualan sepeda di Pasar Rumput selama lebih dari 12 tahun. "Saya berjualan sejak dia masih kecil," ujarnya, sambil menunjuk salah seorang karyawannya.

Cahyo, karyawan Toko Agung Jaya juga mengaku, tokonya selalu ramai dikunjungi pembeli. Bahkan, di akhir pekan, biasanya pengunjung ,  membludak.

Salah satu masalah yang ia hadapi adalah parkir. Ia bilang, di hari kerja, pengunjung tokonya bisa menumpang parkir di Pasar Rumput. Tetapi di akhir pekan, lahan parkir di pasar biasanya sudah penuh. "Akhirnya banyak pembeli yang nekat parkir di depan toko," ujar Cahyo. Kondisi itu tentu menambah kemacetan di sepanjang Jalan Sultan Agung.

Selain toko-toko permanen yang ramai diserbu pembeli, pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan juga kerap kebanjiran pengunjung. Contohnya Agus yang membuka lapak tak jauh dari halte bus Pasar rumput. Kendati baru tiga tahun berjualan, ia mengaku sudah punya banyak pelanggan.

Menurut Agus, sentra sepeda di Pasar Rumput selalu ramai pembeli karena relatif variasi sepeda di sentra ini sangat lengkap.  Hampir semua jenis sepeda, mulai dari sepeda balita, anak-anak sampai sepeda lipat untuk orang dewasa tersedia.

Nah selain koleksinya lengkap, harga jualnya juga dikenal murah. Untuk sepeda anak-anak usia dua tahun hingga sekolah dasar, misalnya, dibanderol harga Rp 200.000 - Rp 600.000. Sedangkan sepeda untuk siswa SMP dihargai Rp 500.000 - Rp 1,2 juta. Sementara sepeda lipat dihargai mulai Rp 800.000 - Rp 2 juta.  

"Yang mahal biasanya sepeda gunung, spare part-nya bagus dan fungsinya banyak," ujar Darmanto, sambil menunjuk sepeda seharga Rp 8 juta. (Bersambung)

Editor: Dupla KS
Telah dibaca sebanyak 10096 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..