: WIB    —   
indikator  I  

Pasokan seret, penjualan laptop bekas lesu

Pasokan seret, penjualan laptop bekas lesu

KONTAN.CO.ID - Penjualan komputer dan laptop bekas lesu dalam dua bulan terakhir. Yang menjadi penyebabnya adalah pasokan laptop bekas yang tiba-tiba seret.

Haryono, pemilik CV Reank Centra Indo, pedagang komputer dan laptop bekas di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami kesulitan mencari sumber pasokan laptop bekas. "Padahal, biasanya pasokannya lancar, namun dua bulan ini susah sekali mendapatkannya," ungkap Haryono.

Sayang, sebagai pengepul komputer dan laptop bekas, Haryono tak mengetahui penyebab langkanya pasokan laptop seken. "Baru terjadi tahun ini, tahun-tahun sebelumnya tak pernah terjadi kelangkaan pasokan seperti sekarang. Bahkan, dua bulan lalu masih lancar, saya juga heran," ujarnya. Ia pun berharap, pada bulan Desember nanti, pasokan laptop bekas kembali seperti biasanya.

Menurut Haryono, merek laptop yang paling sulit dicari  versi bekasnya saat ini adalah Dell dan Asus.  Padahal, selama ini, kedua merek tersebut yang paling banyak diburu oleh konsumen. Menyusul kedua mereka itu adalah  Acer, Toshiba dan HP.

Karena kondisi ini, Haryono terpaksa meminta pelanggannya menunggu. "Lumayan lama menunggunya, paling cepat seminggu, paling lama ya sebulan. Itupun kalau mereka mau," tuturnya.

Pelanggan Haryono kebanyakan adalah penjual laptop bekas eceran. Mereka datang dari Jabodetabek, Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Mereka biasanya menjual kembali laptop itu dengan harga lebih tinggi.

Laptop bekas dengan prosesor Intel Core 2 Duo dibanderol sekitar Rp 500.000 - Rp 1,5 juta per item, tergantung mereknya. Sedangkan laptop dengan prosesor terbaru, yakni i3, i5 dan i7 dibanderol mulai Rp 2,5 juta - Rp 4,5 juta per item, tergantung merek. "Pelanggan banyak yang mencari laptop dengan prosesor Intel i3 yang mereknya Dell atau Asus. Jadi makin susah lagi itu carinya, kalau pun dapat harganya juga sudah tinggi, beda sedikit dengan laptop baru," jelas Haryono.

Kelangkaan pasokan laptop bekas juga diakui oleh Adrian, pemilik salah satu toko elektronik di pasar Glodok, Jakarta Pusat. "Bukan susah lagi cari pasokan laptop bekas. Susah banget. Biasanya dari pengepul lancar distribusi laptopnya. Sekarang seret, sampai saya buka fasilitas kalau ada konsumen yang mau jual laptopnya," terangnya.

Berbeda dengan Haryono yang merupakan pedagang atau pengepul komputer dan laptop bekas dengan skala besar, Adrian yang menjadi pengecer ini banyak mendapatkan laptop bekas langsung dari pemakainya atau perorangan yang langsung datang ke tokonya untuk menjual laptopnya. Sementara, Haryono banyak mendapat pasokan laptop bekas dari perkantoran, dari pemasok khusus.                  


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

PELUANG BISNIS

Feedback   ↑ x
Close [X]