PELUANG USAHA
Berita
Peluang bisnis tahu pedas dari Hot Jeletot

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang bisnis tahu pedas dari Hot Jeletot


Telah dibaca sebanyak 16505 kali

Selama ini, Bandung terkenal akan ragam kulinernya yang khas. Dari sekian banyak pilihan kuliner, tahu merupakan makanan yang paling banyak variasi olahannya di Bandung.

Paling anyar adalah Tahu Bandung Hot Jeletot. Di bawah bendera usaha Pohara Co. Ltd, tahu ini mulai diperkenalkan sejak Januari 2012. "Mulai Maret 2012 kami menawarkan kemitraan usaha," kata Irpan Triatmadja, Marketing Tahu Bandung Hot Jeletot.

Di Bandung, tahu ini dikenal karena citarasanya yang pedas. Dengan dilumuri racikan bumbu tepung, rasa tahu ini juga sangat gurih dan renyah. Memiliki ukuran lumayan besar, harga tahu ini dibanderol Rp 2.000-Rp 2.500 per biji.

Saat ini, Tahu Tahu Bandung Hot Jeletot sudah memiliki 20 mitra yang berlokasi di Pandeglang, Serang, Cilegon, dan Kalideres. Sementara ini, Hot Jeletot masih fokus menawarkan kemitraan di daerah-daerah itu.

Irpan mengklaim, tahunya ini diminati karena menawarkan citarasa baru dalam mengudap tahu. "Kelebihan tahu kami bumbunya enak dan rasanya pedas," kata Irpan.

Saking pedasya, menyantap tahu ini tak perlu lagi ditemani cabai rawit. Dalam kerjasama kemitraan ini, Tahu Bandung Hot Jeletot menawarkan satu paket investasi senilai Rp 8 juta. Mitra usaha akan mendapatkan fasilitas berupa gerobak, peralatan masak, bahan baku awal, dan pelatihan. "Fasilitasnya dijamin lengkap," ujar Irpan.

Untuk lokasi usaha, mitra disarankan memilih tempat-tempat yang strategis. Irpan bilang, lokasinya tidak harus di mal. "Bisa dipinggir-pinggir jalan yang penting ramai," jelasnya,

Ia menargetkan, mitra bisa meraup omzet hingga Rp 465.000 per hari. Dengan asumsi, mitra bisa menjual minimal 184 tahu perhari. Sementara omzet dalam sebulan diperkirakan mencapai Rp 12 juta.

Setelah dikurangi biaya sewa tempat dan gaji dua karyawan, mitra diperkirakan bisa meraup laba bersih sekitar Rp 7 juta. "Balik modalnya sekitar dua bulan," jelas Irpan.

Editor: Havid Vebri
Telah dibaca sebanyak 16505 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..