PELUANG USAHA
Berita
Peluang cantik bisnis sandal jepit motif

Bisnis sandal jepit motif

Peluang cantik bisnis sandal jepit motif


Telah dibaca sebanyak 5472 kali

Sandal jepit merupakan salah satu produk alas kaki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain murah, sandal ini juga nyaman digunakan untuk segala keperluan.

Kini bermunculan aneka sandal jepit dengan motif dan warna yang beragam. Salah satu produsen sandal jepit motif adalah Dadang Hamin yang mengusung merek Glaze di Tangerang, Banten.

Ia terjun ke usaha ini sejak tiga tahun lalu. Ia mengaku, terjun ke usaha ini karena ingin menawarkan produk yang berbeda dari yang beredar di pasaran. "Selama ini, sandal jepit motif di pasaran banyak yang disablon," ujarnya.

Sebagai pembeda, ia memproduksi sandal jepit  bermotif dengan menggunakan mesin press. Di mesin pres itu, ia sudah membuat mal atau pola dengan motif tertentu. "Jadi tinggal dicetak saja," ujarnya.

Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga 400 pasang sandal jepit motif. Produksi sebanyak itu dibantu empat karyawan. Selain di Tangerang dan Jakarta, Dadang memasarkan produk sandalnya ini hingga ke Medan dan Manado. Kebanyakan, pelanggan dia membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di daerahnya masing-masing.

Mereka ini mendapat harga grosir sebesar Rp 6.500 per pasang. Sementara, harga grosir untuk sandal anak-anak sebesar Rp 4.500 per pasang. Selain memasok sandal ke para pedagang, Dadang juga memasok sandal ke warung-warung yang ada di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Di tingkat ritel, sandal buatan Dadang dijual seharga Rp 9.000 - Rp 10.000 per pasang. Dari usaha ini, omzet dia dalam sebulan bisa mencapai Rp 78 juta. Adapun laba bersihnya sekitar 20% dari omzet.    

Saat ini, sudah ada puluhan motif sandal yang diciptakan Dadang. Agar menarik, warna sandalnya juga dibuat beragam. "Bahannya sendiri terbuat dari bahan spon eva," ujarnya.

Telah dibaca sebanyak 5472 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..