: WIB    --   
indikator  I  

Peluang semarak dari kreasi dekorasi

Peluang semarak dari kreasi dekorasi

Dalam sebuah perhelatan, dekorasi latar belakang atau backdrop punya peran penting. Banyak dari sang empunya hajatan menitikberatkan dekorasi pada area tersebut. Maklum, dekorasi di bagian itu kerap menjadi latar foto terbaik.

Penyedia jasa backdrop  pun kian banyak bermunculan. Namun, belum banyak yang sekaligus menyanggupi pembuatan properti pendukung dekorasi, seperti patung atau hiasan lain seperti keinginan pemilik acara. 

Muhammad Isnain pun mengisi celah ini dengan mendirikan Mahesa Art Studio. "Awalnya berangkat dari dekorasi saja, tapi karena ada klien yang minta ornamen tambahan, kami kembangkan jasa dekorasi styrofoam," jelas dia.

Pembuatan backdrop yang disediakan Isnain mulai dari acara ulang tahun hingga dekorasi panggung. Ornamen dekorasi bisa 3D styrofoam, diorama, miniatur produk dan lainnya.

Namun, selama ini pesanan banyak berasal dari event perusahaan dan mal. Proses pembuatan backdrop ini selama tiga hari, seminggu hingga dua minggu.

Isnain membandrol jasa dekorasi dari Rp 1,5 juta per m2. Apabila pelanggan meminta ornamen tambahan, seperti patung, biayanya mulai Rp 1,5 juta atau tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Dalam tiga tahun terakhir, Isnain merasakan bisnisnya berkembang pesat. Omzetnya bisa mencapai ratusan juta. Dari bisnis ini, dia bisa mengantongi margin 40%.

Dekorasi kertas

Berbeda dengan Isnain yang memakai bahan baku utama styrofoam, Ani Anggarawati dan Yani Rahma Nugraheni memilih kertas untuk menghasilkan dekorasi aneka bunga nan cantik. Dua sahabat ini pun mendirikan Paper Flower Jogja pada Oktober 2016. 

Tak hanya ulang tahun, Paper Flower juga menyediakan jasa pembuatan backdrop untuk dekorasi lamaran, pernikahan, syukuran dan lainnya. Motif dan tema backdrop setiap perhelatan menyesuaikan permintaan konsumen. 

Ada sejumlah kertas yang dipakai untuk membentuk rangkaian bunga. Namun, paling banyak konsumen memesan backdrop dari karton BC.

Dalam semingguYani bisa membuat empat hingga lima bunga. Harganya mulai Rp 10.000-Rp 50.000 per bunga. "Semakin besar bunga ya semakin mahal. Apalagi jenis layer yang diminta agak sulit dan jenis bunga bermacam-macam," sebut Yani.

Dalam sebulan, Yani bisa mendulang omzet Rp 10 juta. Selama ini dia hanya mengandalkan Instagram dengan akun Paperflower.jogja sebagai media promosi sekaligus penjualan.

Penyedia jasa backdrop lain adalah Lidinia Husni. Wanita yang akrab disapa Nia ini mendirikan Satu Divisi pada tahun 2011. Berlatar belakang pendidikan fesyen bisnis, Nia memang menyukai hal-hal berbau seni.

Mengusung keunikan handmade papercraft, Satu Divisi menyasar konsumen yang menginginkan tema backdrop yang simple. "Kami memang enggak main di desain glamour karena menyasar klien yang senang dengan craft dan berani tampil beda," tutur Nia.

Satu Divisi pernah melayani jasa pembuatan backdrop untuk beberapa acara seperti pernikahan, office gathering, lamaran, baby shower, termasuk desain booth di beberapa event. "Kami pernah menghias booth beberapa tenant di Jakarta Fashion Week dan wedding festival," ucap Nia.

Satu Divisi membanderol jasa  pembuatan backdrop mulai Rp 2,5 juta. Tarif tersebut dapat berubah sesuai dengan ukuran backdrop yang diinginkan. Dari usaha kreatif ini, Nia bisa meraup omzet Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.

Biasanya, untuk mengerjakan satu backdrop, Nia butuh waktu satu hingga tiga minggu. Namun dalam seminggu, Satu Divisi bisa menangani dua hingga tiga proyek. "Untuk pemesanan, kami  menyarankan dua minggu hingga sebulan sebelum acara," jelas Nia. Sejauh ini, Satu Divisi yang berpusat di Ciputat, Tangerang Selatan itu pernah melayani klien  hingga ke Bandung dan Palembang.

Selain lewat media sosial, Satu Divisi juga melakukan promosi lewat media lainnya. Salah satunya dengan mengisi rubrik pada suatu majalah. "Kami mengisi rubrik do it yourself. Kami kasih langkah-langkah bikin dekorasi sendiri," ujar Nia yang sudah mengisi rubrik itu sekitar empat tahun.


Reporter Danielisa Putriadita, Jane Aprilyani, Nisa Dwiresya Putri
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x