PELUANG USAHA
Berita
Pembibitan sawit: Benih bibit perusahaan perkebunan lebih berkualitas (2)

AGRIBISNIS PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

Pembibitan sawit: Benih bibit perusahaan perkebunan lebih berkualitas (2)


Telah dibaca sebanyak 5847 kali
Pembibitan sawit: Benih bibit perusahaan perkebunan lebih berkualitas (2)

Kelapa sawit masih menjadi komoditas andalan sebagai sumber devisa negara dari sektor non-migas. Tanaman asal Afrika itu kini banyak dibudidayakan di Indonesia. Kebetulan, sawit cocok dengan iklim tropis di Indonesia. Tak heran, permintaan bibit sawit terus meningkat.

Kendati iklim cocok, pembibitan sawit tetap membutuhkan perawatan intensif. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan tanaman sawit.

Heru Azliyen, petani bibit sawit varietas topaz di Kampar, Riau, mengatakan, bisnis pembibitan pohon kelapa sawit tidak susah. Yang jelas, jika ingin menjajal usaha ini, Anda mesti punya lahan untuk proses pembibitan. "Minimal butuh lahan sekitar satu hektare (ha)," kata Heru.

Setiap satu ha lahan bisa dipakai buat menyemai 13.000 bibit. Untuk pembibitan ini dibutuhkan lahan yang gembur, subur, datar, berdrainase baik serta memiliki lapisan solum yang dalam tanpa lapisan padas. Selain itu, cadangan air harus banyak.

Lahan yang ideal berada pada ketinggian antara 1.500 meter di atas permukaan laut (dpl). Bibit sawit juga membutuhkan penyinaran matahari rata-rata lima hingga tujuh jam setiap hari.

Sementara itu, curah hujan tahunan dibutuhkan sebanyak 2.000 milimeter (mm) sampai 2.500 mm. Sawit dapat tumbuh subur di daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Adapun temperatur optimal mulai dari 24 derajat Celcius-26 derajat Celcius. Jika lahan sudah siap, carilah benih unggul. "Dengan memilih benih sawit unggul, untung bakal lebih cepat," ujar Heru.

Selama ini, Heru membeli benih bibit dari perusahaan perkebunan yang ada di daerah Riau. "Bibit dari perusahaan biasanya sudah teruji kualitasnya," ujar Heru.


Proses pembibitan

Namun, untuk mendapatkan kecambah bibit unggul, biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Ambil contoh, memesan kecambah bibit sawit topaz harus mengantre enam bulan. "Banyak petani memesan kecambah topaz," jelas Heru. Kecambah itu dijual dengan harga mulai dari Rp 3.000-Rp 5.000 per biji.

Setelah mendapatkan kecambah unggul, petani harus melakukan pembibitan. Benih dimasukkan dalam polybag ukuran 10 x 15 centimeter (cm) dengan lubang perforasi. Bibit tersebut disiram pagi dan sore dan mendapat sinar matahari yang cukup. Setelah sebulan, biasanya sudah muncul satu daun. Maka, bibit itu harus dipindahkan ke polybag yang ukurannya lebih besar, yakni 42,5 cm x 50 cm dengan lubang drainase.

Bibit sawit tetap harus dirawat secara intensif setelah dipindahkan ke dalam polybag besar. Tujuannya, agar terhindar dari serangan hama. Serangan penyakit biasanya berupa bercak di daun yang disebabkan oleh jamur.

Hama yang menyerang biasanya serangga pemakan daun, semut, rayap, jangkrik, siput, dan tikus. Yang paling sering adalah semut. Sebab, dahan kelapa sawit yang masih kecil kerap dijadikan tempat bersarang. Ini bisa mengganggu pertumbuhan sawit dan membuat bibit cepat mati.

Petani juga perlu menjaga jarak antarbibit sawit. Jarak harus disesuaikan dengan perkembangan dahan sawit. Umumnya, ketika sawit mulai membesar, dahannya panjang dan melebar ke samping. Makanya, setelah sawit berumur tiga bulan beri jarak antar polybag 90 x 90 cm.

Namun, kalau masih satu bulan, jaraknya masih bisa sekitar 10 cm-20 cm. Khusus sawit topaz, saat berumur tiga bulan memiliki ketinggian rata-rata setengah meter. Jika sudah berumur delapan bulan hingga setahun memiliki ketinggian 1,5 meter-1,8 meter.

Bunyamin Yakup, pembibit sawit dari daerah Duri, Riau menambahkan, pemupukan bibit sawit dimulai setelah ditanam empat minggu lamanya. Biasanya bibit sawit itu sudah mulai mengeluarkan daun. Pada tahap ini sebaiknya gunakan pupuk NPK.

Bibit jenis marihat sudah dapat ditanam ketika berumur setahun. Dengan catatan, proses pembibitannya dilakukan secara benar dan mendapatkan air serta sinar matahari yang cukup.

(Selesai)

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 5847 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..