: WIB    —   
indikator  I  

Penghasilan tambahan dari lukisan pelepah pisang

Penghasilan tambahan dari lukisan pelepah pisang

KONTAN.CO.ID - Di tangan Endra, pemuda asal Cirebon, Jawa Barat, limbah pohon pisang menghasilkan manfaat yang bisa mendulang isi kantong. Dia membuat lukisan dari limbah pelepah pohon pisang. Kreativitas Endra ini mendatangkan rezeki tambahan sejak 2015 lalu.   

Ide Endra muncul dari banyaknya pohon pisang di lingkungan rumahnya. "Pelepah pisang yang kering akan dibiarkan jatuh begitu saja," ungkapnya. Dari situlah, Endra yang memang hobi melukis mencoba menggunakan pelepah pisang sebagai media lukisnya. Setelah melihat hasilnya bagus, Endra pun meneruskan karya seninya.

Namun, ia hanya menggunakan limbah pelepah pisang yang kering secara alami atau kering di pohon. Sebab, pelepah yang kering relatif mudah dibentuk dan ditempelkan ke papan triplek. Selain itu, pelepah kering juga lebih kuat dari serangan rayap dan jamur. "Harus kering di pohon, agar hasilnya maksimal dan alami," katanya.   

Pelepah pisang kering kemudian dilekatkan di papan triplek menggunakan lem kayu. Setelah itu, Endra akan membuat sketsa sesuai dengan pesanan. Pada tahap akhir, lukisan juga disemprot obat alami anti rayap dan jamur, supaya tahan lama.  

Sudah banyak lukisan dari pelepah pisang yang Endra hasilkan. Mulai sketsa wajah sampai lukisan pemandangan yang rumit. Aneka lukisan dia jual mulai Rp 100.000–Rp 1,5 juta per buah. Harga tersebut sudah sepaket dengan pigura dan kaca/mika.

Lukisan pemandangan biasanya dibanderol lebih mahal, karena ukurannya yang lebih besar dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Lukisan pemandangan ukuran poster biasanya dibanderol Rp 1 juta ke atas. Pembeli lukisan pelepah pisang ini datang dari berbagai kota, seperti Cirebon, Jakarta, Tangerang, Bandung, Bogor, Jogja, Surabaya, Makassar dan Palembang.

Kebanyakan pembeli memesan lukisan sketsa wajah untuk kado ulangtahun, pernikahan dan sebagainya. "Yang pemandangan ada juga, tapi jarang sekali. Sebulan sekali saja belum tentu ada yang pesan," tuturnya.

Proses pembuatan lukisan pelepah pisang butuh waktu tidak terlalu lama, yakni seminggu sampai dua minggu pengerjaan.   
Dalam sebulan, Endra bisa menerima pesanan sampai 20 lukisan. Meski hanya menekuni lukisan pelepah pisang sebagai pekerjaan sampingan, Ia mengaku jika peminat lukisan ini makin banyak. Bahkan, sempat ada tawaran untuk ekspor ke Eropa. Namun ditolak oleh Endra karena alasan keterbatasan waktu.    

Ke depannya, Endra ingin fokus terjun menggarap lukisan pelepah pisang ini, karena peminat juga makin banyak. "Tawaran banyak berdatangan Selama ini saya hanay tekuni sebagai sampingan," pungkasnya.  


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

GREEN BUSINESS

Feedback   ↑ x
Close [X]