: WIB    —   
indikator  I  

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (1)

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (1)

Memiliki sebuah bisnis yang  bisa mendatangkan omzet ratusan juta per bulan tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Rezky Daniel. Berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, Rezky tak pernah bermimpi dirinya bisa seperti sekarang.

Kalaupun terjun ke dunia usaha, motivasi awalnya lebih untuk  memenuhi kebutuhan pribadinya. Selama terjun ke dunia usaha, berbagai profesi pernah dijalaninya. Mulai dari berjualan donat keliling hingga bertemu agen bimbingan belajar dan membuka jasa bimbingan belajar (bimbel) untuk anak-anak.

Ia pun tak pernah malu dan gengsi menjalani berbagai usaha itu. Setelah melewati perjalanan bisnis yang panjang Rezky kini mulai menuai hasil yang menggembirakan.

Berkat kerja keras dan keuletannya, kini Rezky sukses menjadi pebisnis di bidang lembaga bimbingan belajar. Ia menjadi tenaga pengajar sekaligus pemilik di lembaga bimbingan belajar dan klinik hipnoterapi di kawasan Tangerang. “Kerja mati-matian sambil mengedukasi masyarakat akan bimbingan belajar milik kami. Apalagi di tahun pertama buka bimbel saat itu saya masih kuliah,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Pria kelahiran Medan, 10 Oktober 1989 ini resmi mendirikan bimbel bernama Smartpro Education pada usia 17 tahun, tepatnya tahun 2009. Bersama rekan-rekannya, Rezky memberi jasa bimbingan belajar untuk kalangan pelajar dari berbagai tingkat. Mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) hingga yang ingin masuk universitas. “Untuk lokasi ada di Bintaro saja,” ucapnya.

Kendati bisnis bimbel sudah menjamur, Rezky optimistis bisnisnya bisa berkembang. Ia mengklaim, nilai lebih Smartpro Education ada pada materi, kualitas pengajar, serta hasil pengajaran yang dapat dijamin.

Harga yang dibanderol pun tergantung paket pembelajaran, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 17 juta per paket. Dalam sebulan, bimbel Smartpro Education bisa menampung 30 siswa.

Dalam perjalanan bisnisnya, Rezky pun mulai mengembangkan jasa hipnoterapi bersama rekan-rekannya. “Awalnya ingin mempraktikkan cara pengajaran dengan teknik hipnosis. Setelah belajar dan dipraktikkan jadi keterusan,” pungkasnya.

Jadilah ia terus berlatih dan menjadi seorang trainer hipnoterapi. Berbekal pengetahuan dan pengalamannya, Rezky kini berhasil mendirikan lembaga training dan klinik hipnoterapi bernama Smart Hypnotist Center pada 2011.

Tujuan Rezky membuka klinik ataupun lembaga pembelajaran di bidang hipnosis bukanlah untuk membantu praktik kejahatan. Melainkan mengubah cara pandang masyarakat akan manfaat hipnosis itu sendiri. “Hipnosis itu ilmu untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang agar lebih positif,” kata Rezky.

Untuk jasanya ini, ia mematok harga Rp 1 juta per pelanggan untuk setiap sesi pelatihan selama dua jam. Selain itu, ia juga membuka lembaga training hipnoterapi yang dihargai harga Rp 10 juta-Rp 20 juta untuk perusahaan dan Rp 2 juta-Rp 3,5 juta untuk umum. Dari seluruh usahanya ini, omzet yang didapatnya mencapai ratusan juta per bulan.  

(Bersambung)


Reporter Jane Aprilyani
Editor Johana Ani K.

0

Feedback   ↑ x
Close [X]