kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (2)

Selasa, 25 April 2017 / 18:21 WIB

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (2)

Ide untuk memulai bisnis bisa datang darimana saja. Namun, bagi Rezky Daniel, bisnis yang dibangun tak lepas dari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Delapan tahun membangun bisnis, Rezky pun harus menjalani alur penuh liku. Mulai dari pendapatan puluhan ribu hingga jutaan bahkan ratusan juta.

Kondisi ekonomi yang sulit memaksa Rezky untuk memenuhi kebutuhannya. “Sejak kuliah saya harus memenuhi kebutuhan sendiri,” ujarnya. Sembari menempuh kuliah, Rezky berjualan donat keliling dari kos ke kos lain. “Awalnya malu, sampai akhirnya tidak malu lagi karena memang butuh uang,” ungkap Rezky yang hanya mengantongi untung Rp 200 per kotak dari jualan donat.

Saat menjajakan donat itulah, dia berkenalan dengan konsumen yang merupakan agen jasa bimbingan belajar (bimbel) pribadi. Saat itu, dia pun mendapat tawaran untuk memberi les privat. Kesempatan itu tak disia-siakan, meski tarifnya hanya Rp 35.000 per dua jam.

Sepanjang 2008, Rezky aktif memberi les privat. Setelah berkenalan dengan banyak pengajar, dia mulai berpikir untuk membuka usaha bimbingan belajar sendiri. Bersama rekan-rekan, Rezky menyewa kelas salah satu sekolah dasar di Tangerang.

Tahun pertama, dia mengaku bekerja mati-matian. "Tetapi senang, karena pendapatan bertambah jadi Rp 2 juta,” sebut pria kelahiran Medan ini.

Namun, semangat untuk mendongkrak pendapatan harus terhenti, lantaran Rezky ingin menyelesaikan ujian akhir pada 2009. Lantas, tak lama setelah lulus, karena terdorong rasa penasaran untuk mengembangkan bisnis bimbel. Bersama tiga teman di kampus, dia pun kembali membuka bisnis bimbel dengan nama Smartpro Education.

Dengan modal patungan, Rezky menyewa ruko tiga lantai di kawasan Bintaro, Tangerang. Dia pun harus kembali mulai dari nol untuk mempromosikan bimbelnya. “Awal usaha memang harus sabar dan butuh waktu untuk mendapatkan siswa,” kata Rezky.

Pria berusia 28 ini rajin berpromosi ke sekolah-sekolah, mengadakan try out gratis dan promosi melalui sosial media. “Saat itu, buka kelas yang daftar hanya satu orang, itu juga teman sendiri. Sekarang, tiap kelas bisa 10-30 orang,” tambahnya.

Meski kini bimbelnya telah berkembang, Rezky tak cepat puas. Dia justru semakin berkreasi dalam memberi metode pengajaran. Dia menyisipkan metode hipnosis saat mengajar murid. “Waktu itu metode pengajaran bimbel itu-itu saja. Terus terpikir untuk pakai ilmu hipnosis untuk mempengaruhi alam sadar murid ke hal yang positif dan giat belajar,” tuturnya.

Dari uji coba tersebut ternyata mendapat respon positif. Salah satunya, bagi murid-murid yang bermasalah. Setelah mendapat metode pengajaran bimbingan belajar yang ditambah hipnosis, Rezky bilang siswa tersebut berubah dan banyak melakukan kegiatan positif. “Saat ini, untuk bisa mengembangkan usaha kuncinya harus inovasi," ucapnya.              

(Bersambung)


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Johana K.

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×