: WIB    —   
indikator  I  

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (3)

Pengusaha bimbel yang sukses jadi hipnoterapis (3)

Terbilang baru dalam menjalankan usaha bimbingan belajar (bimbel) juga klinik hipnoterapi, Rezky Daniel optimistis bisa terus mengembangkan bisnisnya. Walaupun tren bisnis ini terus memunculkan pelaku usaha baru, sehingga butuh strategi yang matang untuk mempertahankan bisnis.

Rezky pun sudah merancang berbagai cara untuk bisa mengembangkan usahanya. Salah satunya menyiapkan sistem bimbel online bernama Rajabimbel.com. Untuk mengembangkan bisnis bimbel online ini, ia juga berencana menyiapkan tawaran kemitraan usaha bagi calon investor yang berminat.
“Nantinya usaha ini akan kami buat sistem franchise dan akan bekerjasama dengan Indischool (anak perusahaan Telkom) sebagai tim pemasaran dengan sistem bagi hasil,” bebernya.

Untuk itu, ia pun gencar memasarkan lewat sosial media guna membentuk personal brand yang kuat. Menurut Rezky, di era digital ini bisnis bimbel online memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan.

Sementara, bisnis bimbel konvensional tetap dikelola secara serius. Untuk mengembangkan bisnis ini, ia tetap gencar memasarkan Bimbel Smartpro Education  milikya. Ia juga rajin membuat buku-buku soal dan latihan bagi semua kalangan pelajar.

Ia juga sudah menyiapkan rencana pengembangan bisnis klinik hipnoterapi miliknya. Antara lain dengan menjual materi hipnosis secara online, baik berupa audio dan video. Tak hanya itu, bulan depan, pria berusia 28 tahun ini akan menerbitkan sebuah buku berjudul “The Incredible Lofe with Hypnosis” terbitan Gramedia.
“Setiap tiga bulan akan rutin menerbitkan bubu untuk membentuk personal brand dan promosi,” ungkap Rezky kepada KONTAN.

Segala cara terus dilakukan Rezky agar bisa sukses dalam berbisnis. Oleh karena itu, ia tidak pernah berhenti untuk terus promosi melalui sosial media seperti Facebook dan Instagram. Selain sosial media, penguatan personal brand juga dilakukan lewat presentasi ke beberapa perusahaan mengenai klinik hipnoterapi miliknya.

Lewat pengembangan berbagai usaha tersebut, ia menargetkan dalam lima tahun mendatang bisa mengantongi omzet hingga Rp 1 miliar per bulan.

Mengejar target omzet miliaran per bulan tentu bukan perkara mudah. Apalagi, kata Rezky, masih banyak masyarakat yang menganggap ilmu hipnosis berkaitan dengan tindak kejahatan. Sementara bisnis bimbel juga banyak diramaikan kompetitor baru yang terus bermunculan.

Namum, ia tetap optimistis bisa merealisasikan target tersebut lewat berbagai rencana bisnis yang sudah disiapkannya.

(Selesai)


Reporter Jane Aprilyani
Editor Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]