: WIB    —   
indikator  I  

Pesanan barang lancar, laba akan terus memancar

Pesanan barang lancar, laba akan terus memancar

Internet memang menyuguhkan banyak kemudahan dalam hidup kita. Tak terkecuali, kemudahan dalam hal belanja. Bukan cuma memborong dagangan gerai online lokal, Anda pun bisa melirik beragam produk yang ditawarkan berbagai situs belanja online mancanegara. Bahkan, untuk produk yang distribusinya hanya terbatas di negara asalnya.  

Hanya, sebagian orang mungkin belum terbiasa berbelanja di situs belanja online luar negeri, sebut saja di Ebay, Amazon, Aliexpress, DhGate, dan lainnya. Tak heran, mereka akhirnya justru merasa malah ribet, baik dalam berkomunikasi, pembayaran, pengiriman, hingga ketika harus  mengurus pabean saat barang telah sampai tujuan.

Apalagi, pembelian barang di situs-situs online luar negeri hanya menerima pembayaran dengan sistem Paypal atau kartu kredit. Boleh jadi, jika Anda menemui penjual yang nakal, data kartu kredit akan tersebar hingga muncul risiko para peretas (hacker) menyalahgunakan kartu kredit Anda. Selain itu, ada beberapa perusahaan yang memang tidak menerima pembelian dan pengiriman barang ke Indonesia.

Beragam kerumitan dan risiko inilah yang kemudian mendatangkan peluang bagi jasa pembelian online khusus untuk gerai-gerai di luar negeri. Dengan jasa ini, konsumen pun bisa memburu barang-barang di luar negeri dengan mudah, aman dan nyaman.

Salah satu pemain bisnis ini adalah Hendro Supriyadi. Pemilik Jasabeli.com ini menuturkan, banyak orang memakai jasanya karena menginginkan jaminan keamanan berbelanja di situs-situs online luar negeri. “Kalau terjadi sesuatu, seperti uang tidak terkirim atau paket hilang dan rusak, mereka tinggal datang komplain kepada  kami,” kata Hendro.

Pangsa pasar usaha ini sebagian besar adalah konsumen individu (individual shopper) yang rajin mengintip barang-barang produksi luar negeri yang memang tak dijual di Indonesia. Selain itu, beberapa perusahaan atau korporasi juga sering memanfaatkan jasa ini, jika mereka enggan repot dengan urusan pajak dan pabean.

Barang-barang yang sering dibeli antara lain, buku-buku pelajaran dan novel, compact disc (CD) atau kaset, kaus kesebelasan sepak bola, gadget, komponen bahan penelitian akademis hingga boneka atau topi bagi para kolektor.

Walau tampak tak nyata, bisnis ini cukup menggiurkan.  Hendro bilang, dengan melayani 150 hingga 200 pemesanan barang setiap bulan, ia bisa mengantongi omzet hingga Rp  300 juta. Bahkan, saat pesanan sedang ramai, omzet yang terkumpul mencapai Rp 400 juta.

Namun, hitungan omzet tersebut sudah termasuk dengan harga beli barang yang dipesan konsumennya. Hendro sendiri mengutip biaya jasa pembelian ini berkisar 10%–20% dari total pembayaran konsumen.

Lain lagi dengan Andreas Kurniawan, pemilik JasaPerantara.com. Ia mengutip tarif jasa pembelian sangat kecil untuk mendongkrak pesanan sebagai pemain baru. “Saya membebani konsumen dengan biaya jasa rata-rata 3% hingga 5% dari total pembayaran mereka,” kata Andreas. Dalam setahun, JasaPerantara.com bisa membukukan omzet hingga Rp 2 miliar.

Sementara, pemain lainnya, Gwenkeysha.com bisa mencetak omzet sekitar Rp 100 juta per bulan dengan 30 hingga 40 pesanan per bulan. “Rata-rata laba bersih saya 10% hingga 15% dari omzet tersebut,” tutur Lintang Hamidjoyo, pemilik Gwenkeysha.com.


Gali banyak informasi

Potensi pasar yang terus berkembang, seiring jumlah pemakai internet yang makin banyak, ikut mendongkrak peluang pemain baru di bisnis ini. Apalagi, untuk memulai usaha ini, Anda tak butuh modal lumayan besar. Peluang usaha ini juga masih terbuka di kota-kota daerah, yang mempunyai tingkat daya beli tinggi.

Andreas pun bilang, saat mengawali usaha ini, ia hanya bermodal seperangkat komputer dan koneksi internet. “Peralatan itu pun sebenarnya sudah saya miliki sebelum memulai bisnis ini,” ujar dia. Selanjutnya, ia mengurus pula kepemilikan Paypal dan mempelajari seluk-beluk berbelanja online di luar negeri, termasuk mempelajari soal pajak yang berlaku di tiap negara.

Hendro dan Lintang pun menyampaikan hal senada. Mereka memulai usaha ini dengan seperangkat komputer dan koneksi internet. Sistem pembayaran pesanan konsumen di awal perjanjian juga tak membebani para pengusaha ini untuk mengumpulkan modal besar.

Maklum, saat konsumen sudah mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran, penyedia jasa ini baru memesan barang. Selain meringankan permodalan, sistem seperti ini juga memungkin para pemain untuk menerima keuntungan di awal transaksi.

Setelah menyiapkan perlengkapan usaha ini, Anda juga harus mengetahui situs dari negara mana saja yang sering dikunjungi dan menjadi buruan konsumen. Ada tiga negara yang kerap menjadi tujuan pemesanan barang, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan China. “Hampir 50% barang dipesan dari ketiga negara itu,” kata Hendro. Sisanya, adalah Jepang, Australia, dan beberapa negara di Asia lainnya, seperti Korea dan India.

Oleh karena itu, Anda harus mempelajari tata cara pembelian serta pembayaran, termasuk jasa ongkos kirim yang berlaku di negara-negara tersebut. Informasi tentang sistem pembayaran belanja biasanya dimuat di masing-masing situs tempat Anda berbelanja.

Anda pun harus mencoba terlebih dulu, untuk mendapatkan pengalaman berbelanja. “Dulu, saya beberapa kali berbelanja di situs-situs mereka untuk mengantisipasi situs belanja yang fiktif,” kata Hendro.

Sementara informasi mengenai tarif pajak, bea dan cukai,  serta pembayarannya, bisa digali dari situs resmi pemerintah. Ada baiknya pula, jika Anda sudah memiliki hubungan baik dengan petugas kepabeanan ini. “Relasi yang baik ini akan bermanfaat bila ada barang yang tertahan oleh petugas cukai, supaya bisa dengan cepat diurus.” kata Lintang.

Soal ongkos kirim, Anda bisa menggali informasi dari berbagai perusahaan jasa pengiriman yang tersebar cukup banyak di setiap negara. Pilihlah perusahaan logistik atau jasa pengiriman yang cukup dikenal baik di dalam dan luar negeri, untuk meyakinkan konsumen.

Oh, iya, jangan lupa untuk membuat relasi mail forwarder  di negara-negara yang menjadi basis pembelian Anda. Jasa mereka dibutuhkan jika Anda menghadapi penjual yang tidak mau mengirim barang secara langsung ke Indonesia.

Biasanya, mail forwarder  merupakan pelanggan jasa ekspedisi swasta, seperti UPS dan DHL. Mereka inilah yang menerima barang pesanan Anda, dan meneruskan pengiriman melalui jasa pengiriman swasta ke Indonesia.

Terkait dengan ongkos jasa ini, biasanya, para penyedia jasa pembeli online ini membedakan komponen biaya berdasarkan nilai barang. Yakni, barang yang harganya kurang dari US$ 50 dan lebih dari US$ 50.

Misalnya, pembelian kurang dari US$ 50, maka komponen biayanya terdiri dari harga barang, ongkos kirim, dan biaya jasa. Adapun untuk barang dengan harga lebih dari US$ 50, komponen pembayarannya antara lain, harga barang, ongkos kirim, pajak bea masuk, jasa mail forwarder, dan jasa pembelian. Pembayaran pajak bea masuk ini tergantung dari jenis barang yang dikirim dan bisa dibayar saat pemesanan atau dibayar langsung oleh pemesan ketika barang sudah diterima.

Sistem pembayarannya dengan mentransfer sejumlah uang ke penyedia jasa pembelian online ini. Lintang bilang,  biasanya konsumen ingin terima beres dengan membayar semua ongkos di depan.

Setelah Anda benar-benar memahami sistem pengiriman dan metode pembayaran, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan website. Sebaiknya, Anda membuat tampilan website ini menarik dan informatif.

Jangan lupa, untuk mempromosikan jasa yang Anda tawarkan ini. Memasang iklan lewat media online bisa menjadi strategi jitu untuk menangkap calon pelanggan. Media online sangat diandalkan oleh para pelaku bisnis e-commerce, karena pangsa pasarnya adalah orang-orang yang tidak asing dengan media online. Dus, keberadaan situs untuk jasa ini wajib ada. Iklannya sudah pasti bisa dipasang melalui Facebook, Twitter, dan Google Ads.

Jejaring sosial pun bisa menjadi sarana berpromosi bila Anda belum sanggup membuat situs yang menarik. Beberapa pemain yang diwawancara KONTAN ini juga mengaku sempat berpromosi melalui jejaring sosial blog dan Kaskus. “Saya memulai bisnis ini dari blog terlebih dulu. Baru setelah itu, perlahan-lahan membuat situs lengkap,” tutur Andreas.

Situs yang lengkap mungkin harganya relatif mahal. Namun, itu penting agar kredibilitas jasa Anda terbaca di mata konsumen. Untuk bisnis ini, sebaiknya membuat layanan di website layaknya sebuah kantor.

Alhasil, dengan hanya membuka website, konsumen bisa dengan mudah mendapat informasi soal perincian pembayaran hingga memastikan status pesanan mereka. Tersedianya fasilitas status pesanan tentu akan menambah rasa aman dan nyaman bagi konsumen.   

Lantaran tak butuh banyak modal, rentang waktu untuk balik modal pun cukup cepat. Hanya butuh waktu tiga bulan hingga empat bulan untuk para pemain ini mengembalikan modal. Salah satunya Hendro. Ia bisa mengembalikan modalnya pada bulan ketiga. Saat itu, Hendro sudah bisa mempekerjakan satu orang karyawan sebagai asisten dirinya.    


Reporter Melati Amaya Dori, Meylisa Badriyani, J. Ani Kristanti
Editor Tri Adi

PELUANG BISNNIS SITUS BELANJA

Feedback   ↑ x