Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Havid Vebri
Orangtua yang memiliki anak susah makan tentu akan menempuh berbagai cara agar nafsu makan anaknya meningkat. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan membuat tampilan makanan yang semenarik mungkin di mata anak-anak.
Dan, ternyata, kebutuhan para orangtua ini bisa menjadi ladang bisnis yang menghasilkan cuan lumayan. Lihat saja, belakangan ini muncul tren menghias makanan di kotak makan untuk anak yang biasa disebut bento karakter. Sebab, biasanya kreasi bento ini mencontoh tokoh kartun yang disukai anak-anak.
Irene Tadius adalah salah satu pelaku usaha bento karakter yang sudah menggeluti bisnis ini sejak tahun 2011 silam. Awalnya, dia belajar membuat bento karakter hanya untuk meningkatkan nafsu makan anaknya. "Ternyata saat di bawa ke sekolah, teman-temannya banyak yang suka dan minta dibuatkan juga," katanya kepada KONTAN.
Kreasi bento karakter ini banyak Irene pelajari dari buku-buku Jepang yang banyak beredar di toko-toko. Irene melihat, potensi pasar bento karakter ini masih besar sebab jumlah permintaannya yang terus meningkat.
Namun, kini Irene hanya fokus membuka pesanan bento berkarakter khusus untuk acara ulangtahun. Karakter kartun yang sedang popular saat ini, menurut dia, adalah Minion dan Hello Kitty.
Agar mampu memenuhi permintaan, saat ini Irene membatasi jumlah pesanan 100 kotak karena keterbatasan tenaga kerja. "Pembuatan bento berkarakter ini masih tradisional dan cukup rumit," kata dia.
Irene membanderol harga bento mulai dari Rp 30.000−Rp 100.000 per kotak. Dalam sebulan, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 20 juta−Rp 30 juta. Sedangkan untuk keuntungan bersih bisa lebih dari 50%. "Menunya sederhana tapi membuatnya sulit karena mengandung unsur seni," jelasnya.
Pelaku usaha lainnya adalah Yuliati Maria Magdalena yang mulai menjalankan usaha bento berkarakter sejak tahun 2012 lalu. Wanita ini mengaku tertarik membuka bisnis kuliner anak-anak ini lantaran pesaingnya belum banyak, sementara potensinya cukup besar.
Untuk bisa membuat bento berkarakter ini, Yuli belajar dari seorang ahli bento dalam sebuah seminar. Dalam sehari dia hanya menerima satu pesanan. Biasanya dalam sehari dia menyiapkan bento sekitar 30 kotak hingga 100 kotak.
Yuli membanderol harga jual mulai dari Rp 25.000 per kotak untuk ukuran kecil hingga Rp 35.000 per kotak untuk ukuran besar. Dalam sebulan, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta dengan laba usaha mencapai 70%–100% dari omzet per bulan.
Karena produk makanan ini mudah rusak, Yuli hanya menerima pesanan untuk wilayah sekitar Jabodetabek. Untuk media promosi, dia selama ini banyak menggunakan media digital dan promosi dari pelanggan dari mulut ke mulut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












