: WIB    --   
indikator  I  

Ralali tangkap pesanan skala industri

Ralali tangkap pesanan skala industri

JAKARTA. Di era digital ini,  kegiatan jual beli secara online sudah lumrah masyarakat lakukan. Maklum, belanja atau menjual barang di lapak daring lebih mudah dan praktis ketimbang bertransaksi dengan tatap muka. Tak heran, kini menjamur e-commerce yang menyediakan lapak jual beli dengan konsep marketplace.

Sayangnya, mayoritas marketplace yang ada memiliki konsep jualan yang serupa. Lihat saja, banyak marketplace yang seragam mentransaksikan barang  kebutuhan sehari-hari. Bisa juga dikatakan marketplace ini mayoritas melayani transaksi business to customer (B2C). Padahal, berkembang pula kebutuhan industri dan bisnis. Pasarnya besar dan masih terbuka lebar.

Adanya peluang ini mendorong Joseph Aditya untuk mendirikan Ralali.com sebagai marketplace yang fokus pada penjualan antara business to business (B2B).di tahun 2013. "Waktu itu saya coba untuk supply barang-barang bisnis, ternyata marketplace di Indonesia saat itu lagi keranjingan jual baju dan gadget. Nah, kalau barang-barang industri tidak ada," terang Joseph yang lebih dari tujuh tahun bekerja di penyedia produk industri.

Melalui Ralali, Joseph  yang juga CEO PT Raksasa Laju Lintang ingin menjawab keterbatasan produk yang dijual di marketplace selama ini. Ia pun ingin menampilkan sebanyak mungkin produk agar bisa jadi pilihan konsumen dan pelaku industri.

Ralali dilengkapi dengan fitur 'produk grosir' yang memungkinkan pelanggan untuk membeli barang dalam jumlah besar. Setiap produk memiliki jumlah minimal pemesanan yang berbeda-beda.

Selain itu, Ralali juga melengkapi marketlacenya dengan fitur 'Buat Permintaan'. Fitur ini berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam menemukan produk yang dibutuhkan. Cara penggunaan fitur ini, pengguna cukup mengetik kata kunci produk atau merek tertentu atau dengan mengunggah foto produk yang pernah dilihat. Selanjutnya, tim Ralali akan membantu untuk menemukannya.

Josep bilang, Ralali pernah menjadi penyedia kebutuhan barang-barang dari satu apartemen di Jakarta. "Satu gedung apartemen itu barang-barangnya bersumber dari produk di Ralali," seru dia. Alasan mereka pakai Ralali, lanjut Joseph, karena ada kemudahan dari fitur 'Buat Permintaan'. "Mereka tinggal upload foto barang, minta dengan jumlah sekian mulai dari AC, kompor, hingga kulkas. Nanti, kami match-kan dengan supplier. Ini keunikan dari Ralali," ungkapnya. 

Fokus pada UMKM

Seiring waktu berjalan, Ralali yang awalnya hanya menjual barang-barang industri dan perkantoran seperti MRO (Maintenance, Repair, Operation) dan HoReCa (Hotel, Restaurant, Café), kini sudah menambah kategori produk, mulai dari peralatan rumah tangga, fashion, make up, dan lain sebagainya. Ketegori produk yang tersedia di Ralali kini berjumlah 12.

Hal baru yang Ralali tawarkan dan menjadi keunggulannya adalah menyediakan dukungan tenaga instalasi atau teknisi. Sehingga, transaksi tidak hanya sebatas pilih barang,

Kini, Ralali fokus dalam memperbanyak pemasok pengusaha kecil untuk mendongkrak jumlah transaksi. Joseph bilang,  usaha kecil lebih punya andil dalam meningkatkan jumlah transaksi. "Pengusaha skala kecil biasanya sering melakukan repeat order. Beda dengan perusahaan besar yang pembelian memakan waktu lama," kata dia.

Tahun ini, Joseph berharap jumlah transaksi bisa naik lima kali lipat dari tahun lalu. Sebagai gambaran, pada 2015, jumlah transaksi tahunan Ralali mencapai puluhan miliar rupiah. Lalu 2016, tumbuh hingga mencapai Rp 300 miliar.

Sumber pendapatan Ralali paling besar berasal dari fee transaski. Fee kepada penjual dari tiap transaski Ralali tetapkan pada kisaran 3%-5% dari harga. Sumber pendatan Ralali lainnya datang dari tawaran ruang iklan di website dan sistem keanggotaan premium.

Dalam keanggotaan ini, penjual bisa mendapat fasilitas lebih baik. Ambil misal, bisa memajang hingga 100 jenis barang. Sebagai pembanding, pedagang yang memasang lapak gratisan maksimal hanya bisa mendisplai 50 jenis barang.

Ralali juga memberikan fasilitas push mail bagi produk anggota premium, agar lebih dikenal pelanggan.

Salah satu peran Ralali dalam membantu menyukseskan pengusaha kecil diwujudkan melalui komunitas bisnis. Ralali memiliki komunitas bisnis yang bertujuan untuk mempertemukan antar pebisnis. Melalui komunitas ini mereka bisa saling berbagi ilmu dan relasi.

Pada Mei 2014 Ralali berhasil menyabet investor asal Singapura yakni East Venture. Dana itu digunakan oleh Joseph untuk mendirikan badan hukum bagi PT Raksasa Laju Lintang yang kemudian bernama Ralali.com.


Reporter Danielisa Putriadita

USAHA IKM

Feedback   ↑ x