PELUANG USAHA
Berita
Renyah peluang bisnis Kane Fried Chicken

TAWARAN KEMITRAAN

Renyah peluang bisnis Kane Fried Chicken


Telah dibaca sebanyak 2023 kali
Renyah peluang bisnis Kane Fried Chicken

JAKARTA. Konsep makanan cepat saji lebih sering dicari masyarakat di masa kini. Salah satu menu yang marak ditawarkan adalah ayam goreng krispi plus nasi atau kentang goreng. Selain praktis, menu ini bisa dinikmati semua usia. Tak heran, semakin banyak pebisnis yang menjajal usaha semacam ini. Salah satunya Dwi Suswinarno yang merintis Kane Fried Chicken sejak tiga tahun silam.

Gerai perdananya didirikan di Cinere, Depok. Kane Fried Chicken mengusung ayam goreng tepung krispi sebagai menu andalan. Selain itu, ada menu ayam teriyaki, dori teriyaki, beef teriyaki, dan udang moyo.

Menurut Dwi, ia membidik konsumen dari kalangan menengah bawah. Makanya, harga menu relatif murah.Paket ayam dan nasi dibanderol Rp 8.500. Sementara, menu lainnya berkisar Rp 5000 - Rp 14.000.

Lantaran banyak peminat, Dwi pun percaya diri menawarkan kemitraan sejak tahun lalu. Sekarang, sudah ada 8 gerai Kane Fried Chicken yang tersebar di Depok, Jakarta, Tanggerang, dan Jawa Timur. "Karena produk kami mengincar segmen menengah bawah, sehingga lokasi gerai dipilih di dekat perumahan dan sekolah," tutur Dwi.

Demi memastikan pasokan ayam yang segar, Dwi bermitra dengan rumah pemotongan ayam skala besar di Depok. Maklum, ia mewajibkan mitra memasok bahan baku dari pusat.

Berminat menjajal usaha ayam goreng krispi? Dwi mengemas dua paket kemitraan, yaitu paket mini resto dengan investasi Rp 70 juta, dan paket resto senilai Rp 100 juta. Setiap paket meliputi peralatan dapur lengkap, pelatihan, furnitur, dan bahan baku. Perbedaan keduanya, hanya dari luas minimal dan kapasitas resto.

Mitra yang ingin mengoperasikan paket mini resto, harus menyiapkan tempat seluas 20 - 30 m2 untuk kapasitas 20 orang. Sedangkan, paket resto butuh tempat seluas 60-100 m2, yang mampu menampung lebih 40 orang.

Iming-iming laba 28%

Dwi memperkirakan, mitra bisa meraih omzet Rp 60 juta per bulan untuk mini resto, dan Rp 90 juta untuk paket resto. Jika, mitra bisa meraih laba bersih 28% dari omzet, ia bisa balik modal delapan bulan-10 bulan.

Pengamat waralaba Amir Karamoy menyebut, bisnis kuliner pada dasarnya selalu berprospek bagus.  Apalagi, saat ini pola makan di luar rumah semakin terbentuk di masyarakat  perkotaan. "Sekarang tinggal bagaimana memenangkan persaingan dengan kompetitor di kelas yang sama," paparnya.

Amir menilai, jenis menu ayam goreng tepung dan harga yang dipatok Kane Fried Chicken cocok menyasar kelas menengah bawah. Nah, agar usaha ini berkembang, pemilik usaha harus menyajikan rasa yang khas dan diminati pasarnya.

Jadi, tantangannya, bagaimana mengembangkan bumbu-bumbu masakan yang memang sesuai dengan selera pasar Indonesia, khususnya target pasar yang diburu. "Biasanya, segmen menengah bawah menyukai rasa agak spicy, gurih, dengan bumbu yang terasa," ujar Amir. 

Editor: Dupla KS
Telah dibaca sebanyak 2023 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..