kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.964
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS614.076 -0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Resep warisan kue keranjang Ny. Lauw kian legit melintasi zaman

Sabtu, 17 Februari 2018 / 10:30 WIB

Resep warisan kue keranjang Ny. Lauw kian legit melintasi zaman

Pertahankan proses tradisional dan peratalan manual

Begitu menjejakkan kaki di rumah produksi kue keranjang Ny. Lauw, KONTAN langsung disambut oleh suara alu yang beradu dengan lumpang. Irama alu beradu dengan lumpang mengalun cukup keras menandakan ada proses penumbukan beras ketan menjadi tepung. Nampak sekitar 30-an pekerja terlibat dalam proses pembuatan tepung ketan.

Ya, meski bisnis kuliner ini sudah beroperasi sejak puluhan tahun, semua proses produksi masih digarap secara tradisional dan menggunakan alat manual. Tak hanya alu dan lumpang yang menjadi andalan dalam proses pembuatan kue kerajang. Dalam proses memasak adonan, para pekerja juga masih menggunakan wajan besar, tungku batu dan kayu bakar. Aroma khas kayu bakar berpadu dengan karamelisasi gula pasir itulah yang membuat kue keranjang Ny. Lauw terasa makin legit.

“Justru proses tradisional dan alat manual ini yang membuat kue keranjang kami punya ciri khas yang tidak ada pada kue keranjang produksi manapun. Dari jaman kakek saya begini ini caranya, ajarannya juga begini, tidak ada yang berubah,” tutur Umar.

Selain masih mengandalkan beberapa peralatan manual, Umar menjelaskan, jika adonan tepung ketan dan gula yang sudah dicairkan tidak bisa langsung diolah menjadi bahan jadi. Ada proses fermentasi selama 15 hari untuk mengeluarkan tekstur basah pada adonan kue keranjang. Proses itulah yang membuat aroma karamel kue keranjang Ny. Lauw makin kuat.

Meski saat ini banyak produsen kue keranjang baru yang bermunculan menggunakan alat yang lebih modern, Umar mengaku tidak khawatir dalam menghadapi persaingan tersebut. Umar bilang salah satu kunci kue keranjang Ny. Lauw tetap eksis adalah dengan mempertahankan proses dan resep warisan juga. Dirinya optimis jika resep legendaris turun temurun dari leluhurnya mampu bersaing dengan kue keranjang buatan orang lain.

“Buktinya, setiap menjelang Imlek, rumah produksi kami masih ramai dikunjungi. Bahkan beberapa pelanggan dari luar kota datang langsung ke sini. Kue keranjang ini kan kue tradisional sejak jaman leluhur kami. Yang tau persis proses pembuatannya ya mereka, kami tinggal meneruskan saja,” paparnya.   


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

IMLEK

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×