: WIB    —   
indikator  I  

Rosidah berambisi bisnis donatnya sebesar J.Co

Rosidah berambisi bisnis donatnya sebesar J.Co

Bisnis yang digeluti Rosidah Widya Utami kini makin berkembang. Selain makanan, ia juga merambah bisnis lain, seperti perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia ingin semua lini usahanya tersebut bisa berkembang.

Berawal dari donat, bisnis Rosidah Widya Utami terus berkembang. Setelah donat, ia merambah bisnis kue kering dan rumah makan di Jombang, Jawa Timur.

Masih di bisnis makanan, tahun ini ia juga mendirikan toko oleh-oleh khas Jawa Timur di Jombang. Selain menyediakan sejumlah suvenir khas Jombang, toko oleh-oleh ini juga menjual aneka kue kering serta Donat Kampung Utami (DKU) buatannya.

Ia berharap, toko ini bisa menopang usaha donat dan kue keringnya. Ia juga ingin menjadikan DKU sebagai pusat oleh-oleh khas Jombang. "Saya maunya nanti orang-orang akan bilang belum afdal ke Jombang kalau belum bawa jajanan DKU," ujar Utami.

Selain makanan, tahun ini juga merambah bisnis perhiasan, fesyen, dan jasa pembuatan desain web. Ia tertarik terjun ke bisnis desain web karena selama ini banyak bersentuhan dengan dunia maya. "Saya mengembangkan usaha donat melalui internet," ujarnya.

Kebetulan, suaminya yang berlatar belakang konsultan marketing mendukung rencananya ini. Bisnis perhiasan dan fesyen yang baru digeluti Rosidah juga dilatarbelakangi minatnya yang tinggi di bidang itu.

Menurutnya, dalam mengembangkan usaha jangan pernah menutup kemungkinan terhadap bidang apa pun yang diminati. Ia mengaku, seluruh bidang usaha yang digelutinya berasal dari minat dan ketertarikannya di bidang itu. "Semula yang saya pikir tidak bisa, ternyata bisa. Dan, saya memulai semuanya dari skala kecil," ujar Utami.

Di dunia usaha, ia mengaku banyak terinspirasi dari kisah sukses Johnny Andrean, pemilik gerai donat J.Co. Kendati besar di usaha salon, Johnny juga bisa sukses di usaha donat.

Rosidah pun yakin ia bisa melakukan hal serupa. Makanya, dari bisnis donat, ia juga merambah dunia fesyen.

Lantaran masih baru, tentu masih diperlukan kerja keras untuk membesarkan seluruh usahanya ini. Selain bisnis yang masih baru, Rosidah juga masih terus ingin mengembangkan bisnis donatnya.

Masih ada beberapa inovasi lain yang ingin dilakukannya. Dalam waktu dekat, misalnya, ia ingin memasarkan donat dalam bentuk makanan beku (frozen food).

Ia terinspirasi membuat donat frozen karena banyak konsumen di luar kota yang berminat mengonsumsi donat DKU, namun terkendala waktu pengiriman yang lama. Padahal, donat DKU hanya mampu bertahan maksimal sehari.

Ia berharap, masalah itu bisa diatasi dengan adanya donat frozen. Rosidah mengaku sudah melakukan penelitian untuk donat frozen ini.

Nantinya, donat ini bisa bertahan selama satu tahun jika disimpan pada suhu rendah. "Donatnya pun tinggal digoreng lalu bisa langsung disajikan," ujar Rosidah.

Ia berharap, tahun depan rencana ini sudah mampu terealisasi. Masih terkait dengan donat, ia juga akan membuat divisi cooking class. Divisi ini khusus memberikan kegiatan kursus pembuatan donat.

Kursus membuat donat ini sebenarnya sudah dirintis sejak tahun lalu. "Tapi belum serius. Karena peminatnya banyak, ingin saya seriusi lagi," imbuh Utami.


(Selesai)


Reporter Revi Yohana
Editor Tri Adi

INSPIRASI ROSIDAH WIDYA UTAMI

Feedback   ↑ x
Close [X]