: WIB    --   
indikator  I  

Sayang anjingnya, gendut cuannya (2)

Sayang anjingnya, gendut cuannya (2)

Dari sekian banyak bisnis yang dapat dimulai dari hobi, membuka kennel adalah salah satunya. Berbeda dengan bisnis yang menjual produk jadi, kennel justru menawarkan makhluk hidup. Karena itu, tak sembarang orang dapat menekuni bisnis ini.

Seperti yang dilakoni oleh Anita Meilyana. Bersama suaminya Wilyamin, Anita mengelola kennel My Moon Light yang berlokasi di Taman Ratu, Jakarta Barat. Ia mengawalinya dari hobi, dengan mengembangbiakkan peliharaan sendiri. “Gara-gara pelihara satu, happy dan jadi banyak,” jelas Anita.

Di kennelnya Anita khusus memelihara jenis anjing pomeranian. Tak bertujuan ikut ajang kompetisi, anjing yang dikembangbiakkan oleh Anita hanya dilatih untuk menjadi hewan peliharaan.

Dalam bisnis ini, Anita bilang, salah satu tantangannya adalah ketelatenan. Meski tetap berorientasi pada keuntungan, dirinya tak boleh melalaikan kondisi anjing peliharaan. “Jadi apapun yang terjadi, kami  pikir kesehatan anjingnya dulu. Kalau ada yang sakit ya harus bawa ke dokter,” jelas Anita.

Terlebih, jenis anjing yang diperbanyak oleh Anita cukup rentan terserang penyakit. Saat anjingnya baru lahir, Anita konsiten mengawasinya tiap dua jam sekali untuk memastikan ketersediaan susu. Sebelum berumur dua bulan, anjing jenis pom ini juga belum bisa dilepas. “Kalau umurnya masih kecil, belum bisa diajak main. Daya tahan tubuhnya masih lemah,” ujar Anita. Setelah dinilai cukup kuat, anjing-anjing harus dilepas bermain tanpa kandang. Biasanya anjing-anjing tersebut baru bisa dijual diatas umur dua bulan.

Untuk mendapatkan kualitas anakan anjing sempurna bukan perkara mudah. Marcellia Tania, pebisnis kennel lainnya mengaku langsung mendatangkan indukan dari negara asalnya. Makanya, dia selalu mematok harga jual tinggi.

Mengembangbiakkan anjing pun juga perlu perhatian khusus. Salah satu kesulitan yang dialaminya adalah rentannya anakan terjangkit penyakit atau virus sehingga harus rutin divaksinasi. "Breeding anjing itu tidak sembarangan, pelakunya sendiri harus juga suka dan hobi," tambahnya pada KONTAN, Jumat (28/7).

Hambatan lainnya adalah perang harga. Kondisi ini dipicu oleh para pengusaha pet shop yang membanderol harga rendah untuk anakan. Dia mengaku cukup susah memarangi kondisi tersebut, karena kebanyakan konsumen belum paham mengenai hewan peliharaan.

Marcel mengaku para pehobi akan mulai berpindah ke kennel saat mereka jera dengan anakan berkualitas rendah.

Kedepannya, bisnis kennel anjing dirasa masih menjanjikan oleh para pelaku usaha. Seperti halnya Anita, dia bilang, kini semakin banyak yang membuka kennel. Persaingan kennel pun makin ketat. Meski demikian, hal ini dipandangnya sebagai animo yang baik dalam bisnis ini.

(Selesai)


Reporter Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati
Editor Johana K.

AGRIBISNIS

Feedback   ↑ x
Close [X]