: WIB    —   
indikator  I  

Selain indah, seni potong tempel datangkan fulus

Selain indah, seni potong tempel datangkan fulus

KONTAN.CO.ID - Seni menggabungkan beberapa elemen dalam satu frame sehingga menciptakan makna baru atau yang sering disebut dengan kolase, masih banyak digunakan dan makin berkembang. Bentuknya pun tidak melulu menjadi lukisan dua dimensi tapi juga tiga dimensi, tergantung dengan elemen yang digunakan.

Kebanyakan, hasil karya kolase dibuat dari kumpulan barang bekas seperti majalah, foto lama, flayer, dan barang lainnya. Sekedar informasi, teknik kolase ini sudah ada sekitar 200 tahun sebelum masehi seiring dengan ditemukannya kertas.

Meski kepopulerannya sempat meredup, karya seni ini kembali bangkit dan banyak digunakan kembali oleh para seniman di jaman Perang Dunia II. Belakangan, karya ini seolah kembali bangkit, lihat saja tidak sedikit komunitas yang membuat acara dengan tema kolase dengan mendatangkan kolase artis.

Ristiyanto Cahyo Wibowo, seniman asal Yogyakarta ini mengaku sudah menekuni seni potong-tempel ini sejak masih duduk dibangku kuliah. Dia tertarik dengan bidang ini karena tantangannya mengubah makna material yang sudah jadi menjadi makna baru.

Sampai sekarang sudah ada ratusan karya seni yang dia hasilkan. Kebanyakan hasil karyanya masih dalam bentuk dua dimensi.

Meski terlihat mudah, kendala yang banyak dihadapi oleh seniman lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini adalah proses pengumpulan material. Untuk mendapatkan material yang kuno dan antik, dia banyak mengunjungi toko buku bekas. " Bahkan saya juga sering mengais-ngais sampah, biasanya banyak bahan yang bagus disana," katanya pada KONTAN.

Proses pembuatannya pun bisa memakan waktu berbulan-bulan bila material yang diinginkannya belum dapat ditemukan. Belakangan, dia mulai menambahkan warna-warni cat untuk membuat hasil kolasenya terlihat berbeda.

Meski terbuat dari material bekas, laki-laki yang lebih akrab disapa Rist ini dapat mengantongi puluhan juta rupiah dari hasil penjualan satu lukisan kolase. Sayangnya, dia enggan menyebutkan total pendapatan yang diterimanya. Kebanyakan konsumennya adalah para penggemar lukisan dari luar negeri.

Selain itu, laki-laki berkacamata ini juga membuat buku tamu dengan teknik ini. Teman-temannya yang memesan buku tamu pernikahan dengan tema yang unik. Karya terbarunya adalah buku tamu dengan nuansa dapur. Para tamu dapat menuliskan pesan-pesannya diatas potongan kertas bergambar kendil.

Untuk menarik banyak peminat, dia menggunakan Instagram. Tak hanya memajang gambar, Rist juga memberi info terkait proses pembuatan kolase art yang unik. Jika ada yang tertarik, biasanya langsung menghubunginya via email.

Sekedar informasi, Rist sudah melang melintang dalam sejumlah ajang pameran bersama, baik di dalam maupun luar negeri. Kota-kota yang pernah dia singgahi adalah Jerman, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Hungaria. Bahkan baru-baru ini dia juga sempat menggelar pameran tunggalnya di Yogyakarta, Jakarta, dan Kamboja.


Reporter Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati
Editor Johana K.

INDUSTRI KREATIF

Feedback   ↑ x
Close [X]