PELUANG USAHA
Berita
Sentra Batu Alam: Berburu batu alam di Pulomas (1)

SENTRA BATU ALAM PULOMAS, JAKARTA TIMUR

Sentra Batu Alam: Berburu batu alam di Pulomas (1)


Telah dibaca sebanyak 5336 kali
Sentra Batu Alam: Berburu batu alam di Pulomas (1)

Batu alam merupakan salah satu material penting dalam membangun rumah. Sebagai material bangunan, batu alam dapat digunakan untuk pelapis pada dinding pagar maupun tembok rumah. Dengan batu alam, tampilan rumah akan terlihat lebih cantik dan menarik. Mendapatkan batu alam tidak terlalu sulit. Di Jakarta, Anda bisa berburu batu alam langsung ke sentranya di Pulomas, Jakarta Timur.

Lokasi persisnya berada di Jalan Ahmad Yani by pass arah Cempaka Putih menuju Rawamangun. Di sepanjang ruas jalan ini, terdapat lebih dari 35 kios batu alam. Mengakses sentra batu alam ini tidak terlalu sulit. Deretan kios sudah bisa ditemukan mulai gerbang tol Cempaka Putih hingga pertigaan lampu merah Pulomas-Rawasari.

Sentra batu alam ini, konon, sudah mulai terbentuk sejak 1980-an. Namun, saat itu, jumlah kiosnya belum sebanyak sekarang. Sebagai sentra batu alam, kawasan ini mulai ramai sejak tahun 2004. Sebagian besar pedagang merupakan pindahan dari kawasan Cempaka Putih. Sekitar delapan tahun silam mereka terkena gusuran. "Mereka pindah ke mari dan jumlahnya kian banyak," ucap Dwi Witono, pengelola kios Sanggar Karya Mandiri.

Pria yang akrab disapa Tono ini mengklaim, kawasan tempatnya berjualan merupakan tempat ideal berburu batu alam. "Pilihannya banyak," kata Tono. Ia sendiri fokus berjualan batu paras Jogja dengan berbagai ukiran di dalamnya. Dengan harga jual Rp 750.000 per meter, omzetnya lebih dari Rp 15 juta sebulan.

Saat KONTAN menyambangi sentra ini memang banyak sekali jenis batu alam yang dijual para pedagang. Di antaranya ada batu andesit, koral, kali, dan candi alur. Selain batu, beberapa kios juga menjual patung batu dengan berbagai karakter, mulai hewan hingga manusia. Patung batu ini, umumnya, terdapat di kios-kios besar. Salah satunya kios Arsitektur Batu Alam Indah.

Herman, pengelola kios itu mengakui, kios yang dikelolanya sejak 10 tahun terakhir ini memang termasuk salah satu yang terbesar di sentra ini.
Di kiosnya, Herman mengaku menyediakan semua kebutuhan yang diinginkan pelanggan menyangkut batu alam. Ia bilang, batu alur candi merupakan jenis batu alam yang paling banyak diburu pelanggan.

Ia mengaku bisa menjual hingga 50 meter persegi batu alur candi per hari. Batu tersebut diambil langsung dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Harga jual batu alur candi ini bervariasi. Batu dengan motif garis ia lepas dengan harga Rp 125.000 per meter. Sedangkan yang polos Rp 95.000 per meter. "Harga cukup terjangkau dari tempat lain," klaim Herman.

Selain batu alur candi, batu koral juga banyak peminatnya. Batu ini dibanderol Rp 50.000 per karung. Namun, batu kali kurang begitu laku. "Paling laku seminggu dua kali," ujarnya. Harga batu kali ini mulai Rp 20.000-Rp 400.000 per buah, tergantung ukuran. Sebulan, kios Herman bisa meraup omzet Rp 50 juta.

(Bersambung)

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan/30/8/2012
Telah dibaca sebanyak 5336 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..