PELUANG USAHA
Berita
Sentra seprai Cipadu: Bisa menawar, harga miring siap dibayar (2)

SENTRA PENJUALAN SEPRAI CIPADU, TANGERANG

Sentra seprai Cipadu: Bisa menawar, harga miring siap dibayar (2)


Telah dibaca sebanyak 3464 kali
Sentra seprai Cipadu: Bisa menawar, harga miring siap dibayar (2)

Selain eceran dan grosir, sentra penjualan seprai di Cipadu juga melayani pesanan. Anda tinggal memilih kain, maka desain seprai impian bisa terwujud. Untuk penjualan grosir harganya lebih murah lagi, selisihnya antara Rp 5.000-Rp 10.000, apalagi kalau bisa menawar.

Selain menjual produk jadi, toko seprai di kawasan Cipadu juga melayani pemesanan seprai sesuai keinginan pelanggan. Seperti yang ditawarkan oleh Erni, pemilik Ratu Collection. Menurut Erni, pelanggan menentukan motif sendiri selanjutnya memilih kain dan kemudian dijahitkan. "Kira-kita butuh waktu satu minggu. Harganya bisa lebih murah daripada beli jadi," katanya.

Berbagai pilihan kain juga telah disiapkan oleh Erni. Seperti kain seprai panca agung, CVC, katun panca, katun jepang, twill dan king koil. "Dari berbagai jenis kain seprai itu, yang paling bagus adalah king koil," ujar Erni.

Kain king koil sebenarnya terbuat dari bahan jacquard, namun brand image king koil lebih kuat dibanding nama bahannya. Bahan king koil lebih banyak dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, sedangkan untuk hotel lebih banyak menggunakan jenis bahan dobby.

Tak hanya melayani pemesanan, Erni juga melayani pembelian secara grosir. Karena pembelian grosir biasanya untuk dijual kembali, harga yang ditawarkan juga lebih murah. "Selisihnya Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dari harga eceran," kata Erni.

Erni mengaku sangat paham dengan berbagai jenis bahan seprai. Sebab usaha penjualan seprai miliknya sudah hampir berjalan 10 tahun. Dimulai dari usaha orang tua, saat ini Ratu Collection sudah memiliki enam kios kain seprai di sepanjang Jalan Wachid Hasyim, Cipadu.

Karena sudah berdiri 10 tahun, Ratu Collection, menurut Erni termasuk salah satu pelopor toko seprai, bed cover dan aneka bantal di Cipadu.

Ia menceritakan, usaha bisnis seprai ini berawal dari ketidaksengajaan. Pada awalnya Ratu Collection hanya berjualan bahan garmen lokal dan impor. Namun, saat itu orang tuanya salah membeli bahan seprai.

Dari bahan seprai itulah, keluarganya kemudian menjahitnya dan dijual kembali. "Tidak disangka pemesanan mulai ramai sehingga kami fokus ke produk seprai," kata Erni. Keberhasilan Ratu Collection itu membuat banyak pedagang lain mengikuti.

Mochammad Azhari, pemilik Istana Seprai adalah salah satu pedagang yang mengikuti jejak Ratu Collection. Ia mengatakan, suasana aman, nyaman dan harga yang relatif miring menjadi daya tarik mengapa sentra ini menjadi ramai. "Makin banyak pedagang yang menuai untung. Buat pemain baru, peluang masih terbuka," katanya.

Walaupun jumlah pedagang makin banyak, namun menurut Azhari, persaingan harga di sentra ini masih terbilang wajar. Biasanya, harga yang ditawarkan oleh masing-masing pedagang berada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per produk.

KONTAN pun mencoba membuktikan ucapan Azhari. Untuk seprai ukuran 120 cm, Ratu Collection menawarkan harga Rp 65.000, namun untuk produk yang sama harga di Istana Seprai sekitar Rp 70.000.

Begitu pun juga dengan paket lengkap seprai dan bed cover ukuran 120 cm, di Ratu Collection dibanderol sebesar Rp 230.000. Adapun di Istana Seprai ditawarkan Rp 240.000 hingga Rp 250.000.

(Bersambung)

Telah dibaca sebanyak 3464 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..