: WIB    --   
indikator  I  

Sukses meraup omzet puluhan juta dari kelas manga

Sukses meraup omzet puluhan juta dari kelas manga

JAKARTA. Bukan sembarang hobi, menggambar bisa menjadi kegiatan yang menghasilkan pundi uang. Jenis gambar apapun dapat dibisniskan, mulai dari gambar crayon, melukis, hingga manga (komik Jepang). Cakupan peluang bisnis menggambar pun luas. Salah satu yang cukup menggiurkan adalah sekolah menggambar.

Seperti yang dilakukan oleh Oscar Sumarli. Oscar mendirikan sekolah menggambar pada 2005 silam dengan nama Ohayo Drawing School. "Awalnya saya memang hobi menggambar," tutur pria bergelar sarjana ekonomi ini.

Ia sudah menggemari kegiatan menggambar sejak di bangku sekolah. Meski tak pernah mengecap pendidikan formal dalam hal menggambar, Oscar memberanikan diri membuka sekolah gambar.

Keinginan kuatnya melakoni bisnis sekolah menggambar didasari oleh pengalaman pribadi. Ia menilai, kala itu di Indonesia masih sulit ditemukan sekolah menggambar. Lebih-lebih sekolah menggambar lokal. "Kalau ada pun sekolah menggambar, itu punya asing dan harganya mahal," ujar Oscar.

Fenomena ini langsung ia tangkap sebagai peluang manis. Memiliki tujuan untuk menghadirkan sekolah menggambar lokal berstandar internasional dengan harga yang masuk akal, Oscar mendirikan Ohayo Drawing School.

Di masa-masa awal Ohayo berdiri, Oscar turut menjadi pengajar. Perlahan-lahan, bisnisnya terus berkembang dan kini gerai pusat Ohayo di Gunung Sahari, Jakarta Pusat sudah miliki 10 pengajar.

Berjalan cukup stabil, pada 2011 silam Oscar menawarkan kemitraan untuk merek sekolah menggambar rintisannya ini. Mitra Ohayo Drawing School dapat memulai usaha dengan investasi

Rp 35 juta. Kini, Ohayo Drawing School sudah memiliki 80 mitra.

Ohayo Drawing School menyediakan tiga kelas menggambar, yakni kelas menggambar crayon, kelas manga dan kelas melukis kanvas. Secara umum, target pasar Ohayo Drawing School adalah anak usia 3 tahun hingga dewasa. "Untuk kelas manga sendiri kami mulai dari usia 5 tahun," jelas Oscar.

Di gerai pusat Ohayo saat ini setidaknya ada 160 siswa yang aktif di tiga kelas tersebut. Mayoritas siswa tergabung dalam kelas manga. "Di kelas manga ada sekitar 100 orang," tuturnya.

Sementara di cabang-cabang Ohayo saat ini rata-rata membina 50-100 siswa. Meski memiliki jumlah siswa yang relatif banyak, jangan kira kelas menggambar di Ohayo akan berasa seperti sekolah. Pasalnya, sistem pengajarannya cenderung mirip privat karena satu kelas hanya diisi oleh 8 orang siswa.

Kelas manga di Ohayo Drawing School terbagi dalam beberapa tingkatan. Sebagaimana dijelaskan Oscar, ada level pre-basic 1-3, Basic 1-2, Elementary 1-3, Intermediate 1-3, hingga advance 1-3.  Tiap satu tingkatan dilalui dalam waktu 3-4 bulan.

Siswa kelas manga di Ohayo Drawing School dapat memilih jadwal kursus Senin-Sabtu yang tersedia dalam 2 pilihan paket. Antara lain paket 3 kali pertemuan sebulan dengan harga Rp 325.000 per bulan, dan paket 8 kali pertemuan sebulan Rp 425.000. Siswa kelas manga juga perlu membayar biaya tambahan Rp 200.000 untuk modul berikut peralatan yang dibutuhkan.

Siswa di kelas manga diajarkan dari basic menggambar. Dimulai dari anatomi tubuh, pengenalan berbagai bentuk dan jenis anggota tubuh, hingga diarahkan membuat komik. "Siswa juga bisa melihat referensi dari komik bikinan kita," ujar Oscar.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x
Close [X]