kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.552
  • SUN103,81 -0,11%
  • EMAS609.032 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sulap limbah pertanian jadi suvenir desa wisata

Jumat, 06 Oktober 2017 / 10:10 WIB

Sulap limbah pertanian jadi suvenir desa wisata

KONTAN.CO.ID - Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan, limbah pertanian mungkin tak lagi berharga. Kalaupun dimanfaatkan, maksimal hanya untuk pupuk organik. Tak banyak masyarakat sekitar pedesaan mau memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk seni yang punya nilai jual.

Kreativitas Muhammad Nur Khusaini, pemuda asal Kecamatan Gunung Pati, kota Semarang ini patut diacungi jempol. Ia bersama adiknya membuat kerajinan miniatur dari limbah pertanian, yang kemudian menjadi suvenir khas Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang. Suvenir miniatur besutan Muhammad Nur Khusaini tersebut dibranding dengan nama Kandri Ethnic sejak tahun 2013.

"Ide awal datang dari warga sekitar sini yang sering ke ladang atau sawah, tapi sampah pertaniannya ditumpuk saja, paling nanti dibakar. Nah, dari situ saya kepikiran untuk bikin miniatur tentang kegiatan di desa ini dari sampah di ladang, sekalian untuk oleh-oleh khas desa Kandri ini," tutur Saddam, sapaan akrab Muhammad Nur Khusaini pada KONTAN.

Saddam memanfaatkan limbah kayu, ranting,kulit kayu, daun kering, pelepah pohon pisang dan kulit jagung yang tergeletak tak berguna di ladang, sawah, sungai dan hutan. Limbah kayu dan ranting yang digunakan kadang sudah ada aksen ukiran alami karena proses erosi di sungai. Ukiran alam itulah yang makin mempercantik produk seni Kandri Ethnic.

"Ukiran alaminya itu macam-macam, ada yang karena air sungai, ada yang dimakan rayap. Semua bahan saya kumpulkan, kemudian saya potong-potong dan direkatkan sesua pola miniatur yang mau dibentuk. Merekatkannya bisa dengan lem atau serbuk sisa potongan ranting dan kayu tadi. Setelah selesai, saya semprot bersih, lalu divernis agar mengkilap, " terang Saddam.

Aneka miniatur unik berbahan dasar limbah pertanian tersebut biasanya berupa karakter orang-orangan di atas kayu, orang menumbuk padi, petani mencangkul, hingga orang mencari kayu bakar. Ukurannya pun beragam, yang terkecil tingginya sekitar 10 centimeter (cm) hingga tertinggi 30 - 40 cm. Ada juga miniatur yang hanya satu karakter dan ada yang berbentuk diorama dengan lebih dari satu karakter.


Reporter Elisabeth Adventa
Editor : Johana K.

0

Berita terbaru Peluang Usaha

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]