: WIB    —   
indikator  I  

Suryono babat lahan sawit jadi kebun hortikultura

Suryono babat lahan sawit jadi kebun hortikultura

KONTAN.CO.ID - Menjadi petani bukan profesi idaman generasi masa kini. Apalagi generasi millennial yang lengket dengan gawai dan kecanggihan teknologi lainnya. Mereka pasti lebih suka bekerja kantoran, menjadi blogger atau vlogger.

Persepsi kalangan kelas bawah dan tertindas juga kerap ada di sebagian besar benak masyarakat ketika menyebut profesi petani. Di Indonesia yang notabene negara agraris, profesi petani memang tidak populer dan selalu dianggap rendah.

Justru anggapan tersebut yang menjadi motivasi Suryono, seorang petani hortikultura asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Berkat keuletannya menggarap lahan bekas sawit yang tak lagi produktif, kini ia bisa mendulang omzet hingga Rp 60 juta per bulan dari aneka tanaman hortikultura yang ditanamnya. Tak hanya itu, ia juga membuka lapangan kerja bagi warga desanya.

Dari nilai omzet itu, Suryono pun bisa mengantongi laba mencapai Rp 15 juta per bulan. "Itu untung bersih, sudah dipotong dengan biaya membayar lima orang karyawan, biaya operasional dan membayar utang,” tutur Suyono.    

Bahkan, dengan keberhasilannya tersebut, Suryono juga sukses memotivasi sesama petani di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak  untuk menanam hortikultura. Alhasil, jumlah petani Riau yang beralih dari kelapa sawit menjadi penanam sayuran atau hortikultura semakin banyak, terutama di daerah Suryono tinggal.

"Setelah mereka melihat saya berhasil, akhirnya banyak yang mengikuti. Sedikitnya ada tiga sampai empat orang yang membabat sawit mereka, bahkan sampai pinjam alat penumbangnya ke saya," kata pria asli Nganjuk ini pada KONTAN saat ditemui di area kebunnya di Dusun Sukajaya Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Saat ini, Suryono  mengelola lahan seluas dua hektar. Lahan ini sudah menjadi miliknya sendiri. Ia menanam berbagai macam tanaman hortikultura dilahan yang kanan kirainya berbatasan dengan hutan akasia, tanaman sawit, hutan konservasi dan kebun karet.

Beberapa jenis sayuran yang ditanam Suryono antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya, dan jagung. Pria 41 tahun ini mengatakan aneka sayur dan buah tersebut ditanam sesuai dengan musimnya. Tak bergantung tengkulak, dia jual sendiri hasil panennya.


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]