PELUANG USAHA
Berita
Tahan segala cuaca, sikas mudah dikembangkan (2)

BUDIDAYA SIKAS NAGA

Tahan segala cuaca, sikas mudah dikembangkan (2)


Telah dibaca sebanyak 4254 kali

JAKARTA. Sikas naga tergolong tanaman yang bandel. Tanaman bernama latin Cycas affinity rumphii ini relatif tahan di berbagai cuaca dan tak butuh perawatan terlalu banyak.

Meski pun habitat aslinya dari daerah pantai, sikas naga juga berkembang baik di daerah dataran tinggi. "Saya pernah menanam sikas naga di Bandung, hasilnya juga tetap bagus," kata Andi Marthen (41), pemilik Belantara Nursery di Bogor, Jawa Barat.

Hal tersebut dibenarkan Dedy Soedarmanto, pemilik Wijaya Puspana Flower di Indramayu, Jawa Barat. Menurutnya, sikas naga tergolong tanaman yang mudah beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan dan kondisi cuaca. "Tanaman ini tidak rewel dan kemampuan beradaptasinya tinggi," ujar Dedy.

Satu saja kelemahannya, yakni masa pertumbuhannya yang sangat lambat. Dalam satu tahun, tanaman ini hanya bisa tumbuh sekitar 1 centimeter (cm). Itu juga yang membuat stok tanaman ini terbatas di pasaran.

Perbanyakan tanaman sikas naga bisa dilakukan dari biji. Andi bilang, ukuran biji sikas naga sebesar kelereng. Setelah biji disemai dan daun mulai tumbuh, bibit dipindah ke media tanam. "Medianya merupakan campuran tanah dan pupuk kandang, dan media tanam jangan kena air," ujarnya.

Jika bukan dikembangkan dari biji, misalnya mengambil dari alam aslinya dan dipindahkan ke lingkungan yang berbeda, memang perlu perlakuan masa adaptasi. Tujuannya agar bisa menyesuaikan dengan iklim baru.

Dedy mengaku, kerap mengambil sikas naga dari kawasan Kuningan, Jawa Barat dengan lingkungan berkapur. Setelah dibawa ke wilayah Indramayu, sikas naga perlu adaptasi selama satu hingga dua minggu. "Jika baru diambil dari alam, kami melakukan masa adaptasi dengan membuat media tanam yang menyerupai dengan kondisi tanah di alam aslinya," ujar Dedy.

Caranya, dengan menaruh pohon sikas pada media khusus, yakni sebuah karung dengan media tanah dicampur kandungan kapur cukup tinggi. Di media tanam buatan itu, tanaman dibiarkan sampai muncul tunas dan akar. "Itu berarti dia sudah bisa beradaptasi di lingkungan baru," jelas Dedy.

Meski tahan terhadap segala cuaca, sikas naga jauh lebih baik ditanam di tempat daerah dataran rendah dengan iklim kering. Sikas naga juga tidak boleh terkena terik matahari langsung. Pasalnya, sinar matahari bisa menghambat pertumbuhan tanaman purba ini.

Makanya, disarankan menanam sikas di tempat terlindung. Untuk perawatan, bisa diberikan pupuk tiga bulan sekali. Untuk penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. "Cukup tiga hari sekali," ujarnya. (Selesai)

Editor: Dupla KS
Telah dibaca sebanyak 4254 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..