| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tersengat laba budidaya si hitam beracun

Minggu, 13 Mei 2018 / 11:10 WIB

Tersengat laba budidaya si hitam beracun

Beternak kalajengking cukup rumit, jangan sentuh langsung

Membudidayakan kalajengking ternyata punya banyak tantangan. Butuh perlakuan khusus mulai dari  anak-anak sampai dewasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti perawatan kandang, makanan dan soal kelembaban.

Seno Arifansyah, pemilik Scorpion Shop berpesan untuk tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan kalajengking.  "Ternaknya susah sih kalau menurut saya. Selain harus hati-hati, perawatannya juga cukup rumit," tuturnya.

Ia menegaskan, jika tertarik beternak kalajengking, harus lebih dulu punya pengetahuan seputar jenis kalajengking. Pasalnya, tiap jenis kalajengking punya standar perawatan yang berbeda. Bahkan, kadar racun dan sengatan tiap jenis kalajengking juga berbeda.

Tingkat bahaya racun dan sengatannya dibagi jadi tiga, yakni rendah, sedang dan tinggi. "Yang racunnya rendah biasanya jenis asean forest scorpion. Kalau yang racunnya tinggi kebanyakan jenis impor," jelas Seno.

Kebersihan dan kelembaban kandang adalah hal penting yang harus diperhatikan. Pasalnya, kandang yang kotor akan mudah mengundang semut maupun kutu. Serangan semut dan kutu sering mengakibatkan kematian pada kalajengking.

"Kalajengking ini hewan yang rentan mati. Bahkan, dari anak-anak. Kalau dari anakan sudah tidak doyan makan, dipastikan bakal susah bertahan hidup. Saat sudah besar juga rentan sama serangan semut dan kutu," ungkapnya. Seno bilang jika kalajengking juga merupakan jenis hewan kanibal.

Kanibalisme kebanyakan timbul pada kalajengking betina setelah musim kawin dan setelah melahirkan. Kalajengking betina tak segan untuk memangsa pasangan maupun anaknya.

Ahmad Gufron, peternak kalajengking asal Jogja juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, sifat kanibal kalajengking ini bisa mengancam populasi kalajengking itu sendiri. Maka dari itu, kalajengking betina harus mendapat pasangan yang cocok. "Kalau tidak cocok sama pasangannya pasti dimakan. Sebaiknya, didekatkan lebih dulu dan lihat reaksi keduanya," ujarnya.

Meski budidaya kalajengking cukup menantang, hewan ini memiliki keunggulan, yakni tahan lapar. Kalajengking bukan hewan yang rakus. Ahmad bilang, kalajengking betina bahkan bisa berpuasa selama hamil sampai melahirkan. "Kalajengking ini bisa kuat tidak makan selama setahun. Asalkan diberi air saja," ujarnya. Pakan biasanya diberikan seminggu sekali hingga tiga kali, tergantung jenis dan ukuran kalajengking. Kebanyakan peternak kalajengking memberi pakan  jangkrik.

Karena tidak boleh ada kontak langsung dengan kalajengking, baik Ahmad maupun Seno sama-sama menggunakan pinset untuk membersihkan kandang. Intinya, si kalajengking jangan sampai merasa terancam. "Kalau mau pindah kandang, kalajengkingnya digiring saja pelan-pelan ke wadah yang lain dan jangan disentuh," tandas Seno.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

PETERNAKAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0489 || diagnostic_web = 0.2606

Close [X]
×