: WIB    —   
indikator  I  

Tinggal klik, galon air pun datang

Tinggal klik, galon air pun datang

JAKARTA. Dengan teknologi, sejumlah masalah bisa ditemukan solusinya. Tak hanya itu, teknologi juga menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Seperti Panggilin.com ini. Startup yang baru meluncur tahun lalu ini membantu para penggunanya untuk menemukan penyedia jasa terdekat dengan tempat tinggalnya. 

Fido Tria Brahma, Founder Panggilin.com mengatakan, ide awal startup ini muncul dari tetangganya yang kesulitan mendapat tukang bangunan. "Akhirnya dapat sih, tapi lokasinya jauh di Cikarang, padahal saya tinggal di Bekasi Timur," ujar dia.  

Dari sinilah, Fido dan timnya lantas terinspirasi untuk membuat aplikasi berbasis lokasi untuk memanggil jasa-jasa sesuai kebutuhan. Baru dirilis Oktober 2016 lalu, wilayah operasional Panggilin.com masih terbatas di Bekasi Timur, Jawa Barat.

Asal tahu saja, Panggilin.com merupakan produk lulusan 1.000 start up yang tengah digalakkan oleh Pemerintah. Saat ini, baru ada empat orang yang menjalankan aplikasi tersebut.  

Meski begitu, jumlah transaksinya sudah mencapai sekitar 50% dari total pengguna aktif tiap bulannya. Kini, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 100 kali dengan 56 pengguna aktif.

Jasa yang tersedia baru enam jenis, yakni laundry, barbershop, servis AC, penyedia galon air dan tabung gas LPG, tukang bangunan dan pet shop. Berdasarkan data perusahaan, jasa yang paling banyak dicari adalah laundry serta penyedia galon air dan tabung gas. Maklum saja, dua jasa ini paling banyak dibutuhkan rumah tangga. 

Untuk menyediakan jasa dalam aplikasi, mereka melakukan survei dilokasi. Tujuannya, agar jenis jasa tepat sasaran dan menjawab kebutuhan pengguna. Meski terkesan mudah, Fido mengaku melakukan survei yang tepat cukup sulit karena dibutuhkan verifikasi data.

Kendala lainnya, adalah mengedukasi masyarakat untuk mau menggunakan aplikasi tersebut. Fido bilang, gampang-gampang susah mengajak masyarakat menggunakan Panggilin.com. Sebab, belum adanya kepercayaan yang terbentuk.

Jadi, dia sering memberi penjelasan sendiri mengenai layanan yang disediakan aplikasinya. "Saya juga beri tahu kalau kami ini dari 1.000 startup yang sejalan dengan program pemerintah," terangnya. 

Modal minimalis

Meski enggan mengungkapkan besarnya modal, Fido mengaku Panggilin.com tak butuh modal besar. Sebab,  modal tak selalu berupa uang, tapi juga server ataupun domain.

Bahkan, untuk mendapatkan penyedia jasa yang mau bergabung, mereka menggunakan cara penawaran langsung. Lantas, identitas  Panggilin.com akan dipasang digerai masing-masing penyedia jasa yang telah bergabung.

Para penyedia tersebut, selain melayani kebutuhan pengguna mereka juga diminta untuk menyebarluaskan aplikasi ini kepada konsumennya. Bila berhasil membuat klien menggunakan aplikasi tersebut, maka Fido akan memberi poin untuk insentif. 

Kedepan, Fido berniat memperluas wilayah pengoperasian Panggilin.com dari Bekasi Timur ke seluruh Bekasi, kemudian Jakarta dan Depok. Tak hanya itu, dia juga bakal mengenakan tarif 10% dari total nilai pekerjaan kepada pengguna. Asal tahu saja, saat ini baik pengguna dan penyedia jasa tidak dikenakan biaya untuk bergabung dan menggunakan layanan tersebut.

Aplikasi ini juga dapat menjadi wadah bagi para freelancer untuk meningkatkan jumlah konsumennya. Jenis jasanya pun akan ditambah sesuai dengan kebutuhan lokasi pengguna.

Untuk rencana jangka pendek, Fido menargetkan akhir tahun sudah dapat meluncurkan Panggilin.com full version. Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam bentuk Beta version. 

Agar berbeda, dia bakal menyasar pengguna dari segmen kelas menengah kebawah. Makanya kedepan, dia bakal mengajak kerjasama para pemberi jasa untuk  mematok tarif murah. Selain itu, dia juga akan menjalin kerjasama dengan tempat makan kaki lima yang menyediakan menu makanan berharga murah. 

Saat ini, Fido belum mau untuk menambah tenaga kerja. khusus untuk penjualan. Alasannya, mereka ingin fokus membangun layanan tersebut. "Kami masih ingin fokus untuk melihat feedback user serta experience user baik dari segi penggunaan dan desainnya," tambahnya.

Lagipula, dia bersama tim sepakat untuk menghindari promosi berdana besar karena ingin memperkuat bisnis proses dan tim manajemen. Menurutnya, tumbuh perlahan lebih baik daripada menghabiskan dana besar dan berakhir mati.

Nantinya, selain mengenakan tarif bagi pengguna, mereka juga akan menerapkan sistem deposit untuk penyedia jasa dengan nominal minimal Rp 20.000. Sehingga, tarif 10% akan diambil dari dana deposit tersebut. 

Fido mengaku, tantangan dalam mengembangkan aplikasinya adalah mencari jenis layanan yang sesuai dengan pengguna. Serta, menjamin seluruh penyedia jasa aktif. Saat ini, laki-laki berkulit putih ini tidak segan-segan menghubungi penyedia jasa bila mereka tampak tidak pernah mengaktifkan akunnya.

Bila terjadi kesalahan saat bertransaksi, pengguna dapat mengirimkan komplain  melalui aplikasi tersebut, yang nantinya akan diteruskan kepada pemberi jasa. Baru setelah itu, penyelesaiannya dapat dilakukan di luar aplikasi.

Asal tahu saja, tim Panggilin.com terbentuk dalam wadah 1.000 startup yang digelar oleh Pemerintah. Fido bercerita bila awalnya dia hanya seorang diri mendaftar ajang tersebut. Namun,  karena harus membuat tim untuk bisa lanjut ketahap selanjutnya maka dia mencari orang.

Alhasil, dia bertemu dengan Fajar Nugroho yang kini menjabat sebagai CTO Panggilin.com. "Dulu dia bernasib sama dengan saya, dan akhirnya kam ngobrol tentang ide saya, dia minat dan kami mulai membangun bersama," jelasnya.

Kemunculan startup yang masif di dalam negeri dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat membuat banyak pihak tertarik untuk menanamkan modalnya. Tidak terkecuali dengan aplikasi yang satu ini.

Fido mengaku sudah ada tiga investor yang tertarik menjalin kerjasama. Sayangnya, belum ada yang sesuai dengan kriteria mereka. " Kami mencari yang sesuai dengan kami," pungkasnya.


Reporter Tri Sulistiowati
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x