kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.569
  • EMAS593.896 0,51%

Unik, perhiasan dari clay ini mulai populer!

Minggu, 22 Juli 2018 / 13:05 WIB

Unik, perhiasan dari clay ini mulai populer!



KONTAN.CO.ID -  Dunia fesyen dalam negeri terus bergerak maju mengikuti tren yang berkembang di pasar internasional. Para perancang perhiasan pun  menghadirkan ragam produk sesuai tren terkini. Salah satunya, perhiasan berbahan clay alias tanah liat.  

Belakangan, clay memang mulai banyak digunakan sebagai bahan baku perhiasan seperti anting, kalung, dan gelang. Nampak mengkilap dengan desain unik, produk ini mulai menarik perhatian konsumen.  

Sekedar info, clay lebih dulu populer di Amerika, Australia dan sejumlah negara barat lainnya. Material ini menjadi salah satu bahan para perancang perhiasan merealisasikan karyanya.

Ratna Paramita, pemilik Mita Jewelery, mulai ikut memproduksi aksesoris berbahan clay sejak setahun lalu. "Saya melihat ini menjadi peluang karena di Indonesia masih belum banyak," katanya pada KONTAN, Senin (16/7).

Karena masih belum populer di pasar lokal, ibu dua anak ini harus melakukan edukasi dengan menjelaskan material bahan baku yang digunakan secara langsung melalui pameran ataupun melalui media sosial seperti Instagram.

Perlahan namun pasti, produknya pun mulai diterima dan kian banyak bertengger di etalasi gerai offline di kota-kota besar seperti Good Deps, Museum Macam, gerai aksesoris di Makassar dan Singapura.

Dalam sebulan total produksinya mencapai 300-400 item. Maklum, proses pembuatannya masih handmade,  sehingga membutuhkan waktu lama.

Menyasar konsumen kelas menengah, Mita menjual perhiasan mulai Rp 140.000 sampai Rp 300.000 per item.  Tersedia beragam desain anting, kalung, dan gelang yang telah dibuatnya.

Perancang perhiasan lainnya adalah Karin Kusuma Wardani asal Jakarta yang juga pemilik dari Kavas Jewelery. Dia mengaku produk berbahan baku clay memang sudah populer di Amerika Serikat, namun, untuk pasar dalam negeri, material ini baru mulai dikenal pasar, melalui produk-produk aksesoris.

Karena belum banyak yang menggunakan clay, Karin pun harus mengambil bahan bakunya langsung dari luar negeri. Ia juga dibantu oleh pemasok clay.  Sayangnya, dia enggan menyebutkan total kebutuhannya untuk membuat berbagai perhiasan.

Lewat tangan kreatifnya, perempuan 23 tahun ini menyulap clay menjadi anting dan aksesoris lainnya. Dia juga membuka desain custom, sehingga konsumen dapat membuat aksesoris sesuai dengan keninginannya.

Untuk harganya dipatok mulai dari Rp 90.000 sampai Rp 250.000 per item. Dalam sebulan, total produksinya masih 10 unit karena terbatasnya tenaga kerja.

Hingga kini, konsumen Kavas Jewelery masih didominasi dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Palembang, Medan, dan Surabaya.                            


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BISNIS FESYEN

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0932 || diagnostic_web = 0.4332

Close [X]
×