: WIB    —   
indikator  I  

Yuk, berburu aneka biskuit di Ciracas! (1)

Yuk, berburu aneka biskuit di Ciracas! (1)

KONTAN.CO.ID - Sejak 15 tahun silam, jalan yang menghubungkan Ciracas-Cibubur ini merupakan sentra penjualan biskuit dan camilan kiloan bagi warga Jakarta Timur dan sekitarnya. Sekitar 13 kios dan toko yang mengapit pabrik Khong Guan.

Salah satu pemilik toko itu adalah Handry. Sudah 10 tahun dia berdagang kue di sana. "Toko Kue Dwi ini dulunya milik orangtua,  sekarang saya yang meneruskannya," tuturnya.

Tiap toko menjual biskuit kemasan kaleng berbagai merek, camilan kiloan, biskuit curah dan biskuit paket ekonomis. Toko Kue Dwi juga menjual produk serupa. Merek yang tersedia mulai dari Khong Guan, Nissin, Marie Regal, Mayora, Arnotts dan lainnya. Ada pula camilan kiloan seperti stick balado, bidaran keju, emping pedas hingga choco ball. Tak ketinggalan biskuit kemasan ekonomis dengan berbagai merek ternama, serta biskuit curah.

"Biskuit kemasan ekonomis itu isinya sama dengan yang di kaleng. Hanya, kemasannya dari plastik dan hanya satu varian per kemasan. Misal, kalau produk Khong Guan seperti di kaleng ini ada banyak varian, di paket ekonomis hanya satu varian," jelas Handry. 

Harga yang dibanderol untuk biskuit kalengan aneka merek mulai dari Rp 25.000-Rp 120.000 per kaleng.  Sedangkan, biskuit kemasan ekonomis dibanderol mulai Rp 20.000-Rp 40.000 per pak, tergantung merek, berat dan jenis biskuitnya. Dan camilan kiloan lain dijual dengan harga mulai Rp 20.000-Rp 80.000 per kilogram. Biskuit curah dijual Rp 5.000-Rp 7.000 per kemasan.

Ada pula beberapa camilan impor, seperti cokelat yang didapatkan dari distributor utama, dibanderol berkisar  Rp 28.000-Rp 50.000 per pak.  "Biskuit curah itu produk bermerek juga, kualitas rasa masih sama, expired juga masih lama, bentuknya saja yang kurang bagus jadi dijual lebih murah," kata Handry.   

Untuk aneka biskuit kalengan, biskuit paket ekonomis dan biskuit curah bermerek, Handry mendapatkan langsung dari distributor pertama pabrik. Sedangkan, camilan kiloan dipasok dari industri kecil ala rumahan di sekitar Tangerang, Bekasi, dan Jawa Barat. Ia mengaku, bisa mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Pelaku usaha lain di sentra penjualan biskuit Jalan Raya Bogor adalah Syafii. Ia sudah lima tahun membuka kios kue sederhana. Kiosnya cukup sederhana, namun produk yang dijual cukup lengkap, tak kalah dengan Toko Kue Dwi milik Handry. "Kios kecil-kecil begini lumayan untuk pendapatan sehari-hari. Saya usahakan biskuit favorit pembeli selalu ada di kios saya ini," ujarnya.

Harga yang dibanderol untuk biskuit kalengan aneka merek tak berbeda jauh dengan Toko Kue Dwi, di kisaran Rp 30.000-Rp 70.000. Kebetulan, Syafii hanya menjual sebagian besar biskuit yang menjadi favorit pelanggannya saja.

Toko milik Syafii juga menjual aneka camilan kemasan seperti keripik singkong, tortila dan stick keju-balado dalam kemasan per 250 gr dan 500 gr. Harganya di kisaran Rp 15.000-Rp 24.000 per pak. "Harga memang tergantung merek, berat dan siapa pemasoknya. Biasanya di saya harganya sudah lumayan tinggi," tuturnya.   

(Bersambung)


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

SENTRA UKM

Feedback   ↑ x
Close [X]