: WIB    --   
indikator  I  

Yuk, berburu ikan asap di Demak! (3)

Yuk, berburu ikan asap di Demak! (3)

Sentra pengasapan ikan di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah tertata dengan rapi. Pekarangannya bersih beralaskan paving block.  

Bahkan, di beberapa dinding bangunan di lokasi pengasapan ikan ini terdapat gambar yang cukup menarik.  Di antaranya ada gambar piramida segitiga, nelayan, pengasapan ikan, para penjaja ikan asap, hingga gambar pelangi.

Lebih dari sekedar hiasan, gambar itu menyimpan sejarah dan muatan filosofi. Hal tersebut diakui Juyamin, salah satu pengasap ikan sekaligus Ketua UKM di sentra tersebut. “Kalau piramida itu artinya siapa yang mau bekerja keras, akan mencapai puncaknya,” jelas Juyamin.

Sementara gambar nelayan, pengasap ikan dan penjaja ikan asap mewakili sejarah pengasapan ikan di Wonosari. Masih lekat di ingatan Juyamin, perjuangan para penjual ikan asap pada tahun 1980-an. Para perempuan desa, tua dan muda, berjalan kaki setiap hari menjajakan ikan asap dari rumah ke rumah.

Juyamin sendiri menjadi pengasap ikan meneruskan usaha keluarga. Menurut Juyamin, awalnya belum banyak warga Wonosari melakukan pengasapan sendiri. Kebanyakan dari mereka adalah penjual ikan asap dari pengasapan ikan sang ayah.

Lambat laun, makin banyak warga yang mulai mengasap sendiri di rumah masing-masing. Boleh dikatakan, tahun 2000-an adalah puncaknya. “Banyak sekali yang mengasap ikan, dampaknya banyak yang terkena penyakit ISPA,” lanjut Juyamin.

Berangkat dari pengalaman tersebut, muncullah gagasan untuk membuat sentra pengasapan ikan. Lokasinya pun dibuat terpisah dari pemukiman penduduk.  Sejak itu berdirilah sentra "Asap Indah" yang resmi beroperasi sejak tahun 2010.

Memang, tidak semua pengasap ikan di Wonosari bisa pindah langsung ke sentra Asap Indah. Mereka yang menghuni sentra ini adalah mereka yang rumah pengasapan ikannya memang benar-benar berada di pemukiman warga. Hal ini diakui pula oleh Jumirah, pelaku usaha pengasapan ikan di sentra tersebut. “Dulu hampir saja saya tak bisa pindah, karena rumah saya di sekitar sawah,” ujar wanita 37 tahun ini.

Namun, menurut Juyamin, pelaku usaha yang masih muda seperti Jumirah, layak untuk mendapatkan tempat. Pasalnya, potensi untuk membangun usaha pengasapan ikan yang berkelanjutan juga besar.

Belasan tahun berdiri, kini sentra pengasapan ikan di Demak telah dihuni oleh 76 kelompok usaha. Masing-masing kelompok usaha bisa menyerap tenaga kerja 4–6 orang. Dengan demikian, setidaknya ada 380 orang bekerja di sentra ini setiap hari.

Nama Asap Indah pun memiliki makna tersendiri. Senada dengan gambar pelangi yang terlukis di dinding bangunan sentra, asap ikan diharapkan bisa memberi warna pada perekonomian warga. Harapan ini kian hari kian terwujud.

Kondisi itu setidaknya terlihat pada kehidupan Jumirah. Ia yang tak lulus SD, kini sukses sebagai pengasap. “Alhamdulillah bisa menyekolahkan anak,” ujarnya.       

(Selesai)


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Johana Ani K.

KULINER SEMARANG

Feedback   ↑ x