: WIB    --   
indikator  I  

Yuk, berburu tanaman di Gelora Bung Karno (1)

Yuk, berburu tanaman di Gelora Bung Karno (1)

JAKARTA. Berkebun atau merawat tanaman kini sudah menjadi salah satu hobi yang banyak ditekuni orang-orang di perkotaan. Tak heran, bila banyak ditemukan sentra tanaman hias di perkotaan. Tak terkecuali di Jakarta. 

Sentra tanaman hias di ibu kota ini bisa ditemukan di dalam area Gelora Bung Karno (GBK). Lokasi tepatnya berada di depan Jakarta Convention Center.

Sentra tanaman hias ini baru muncul pada pertengahan tahun 2016 lalu. Para pelaku usahanya merupakan pindahan dari penjual tanaman yang sebelumnya berada di area depan GBK. Berdasarkan pantauan ada sekitar 95 pedagang tanaman hias yang menempati lokasi baru ini. 

Saat KONTAN mengunjungi lokasi tersebut pada Selasa (14/3), terlihat lapak para penjual tanaman hias berjajar rapi. Koleksi tanamannya pun di tata sehingga tampak cantik.

Sayangnya, saat itu tidak nampak satu pun pengunjung. Hanya tampak sekumpulan pemuda-pemudi yang sedang asyik berolahraga. Lantaran sepi pembeli, para pedangan hanya duduk santai sambil bersenda gurau. Sebagian lainnya ada pula yang merapikan tanamannya. 

Yusuf, salah seorang pedagang mengaku, sejak dipindahkan ke dalam area GBK penjualan mereka menurun darstis. " Saat satu sampai tiga bulan pertama pindah itu kami drop (penjualan)," katanya pada KONTAN. Sayangnya, dia enggan mengungkapkan jumlah penurunan omzet tersebut.

Laki-laki berkulit gelap ini mengaku sebelumnya di lokasi tersebut ada sekitar 115 penjual tanaman hias. Lantaran sepi pengujung, satu-persatu penjual memutuskan keluar dari lokasi ini.

Momen akhir pekan yang biasanya menjadi hari yang sibuk untuk mereka kini tidak lagi karena tidak ada pengunjung yang mampir ke sana. Malah, lokasi dipenuhi oleh kendaraan parkir pengunjung pameran di JCC. 

Di lapaknya ini, ia menjual berbagai jenis tanaman mulai dari jenis sansivera, bonsai, sampai dengan tanaman impor seperti beringin korea. Harganya pun dibandrol bervariasi mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 10 juta per tanaman.

Tidak seperti di lokasi sebelumnya, di sentra tanaman ini tidak terdapat para penjual bebatuan alam, ornamen dinding, air mancur, dan pot yang mendisplay koleksinya. Ian, mantan pemilik usaha ornamen kebun mengaku dilarang oleh pemerintah dan pengelola lokasi. "Jadi tidak boleh oleh pemerintah dan memang fokus untuk tanaman saja," katanya.

Meski begitu, dia tetap bertahan disana menunggu pelanggan datang dan membeli ornamen. "Kalau ada yang mencari barang tetap ada, tapi tidak kami dipajang di tempat ini," tambahnya.

Sekadar informasi, dia menjual ornamen khusus air mancur yang terbuat dari batu candi, harga jualnya pun mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta.                                 

(Bersambung)


Reporter Tri Sulistiowati

USAHA IKM

Feedback   ↑ x