kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Yuk, kunyah laba renyah dari singkong goreng


Kamis, 30 Juli 2015 / 10:50 WIB
Yuk, kunyah laba renyah dari singkong goreng


Reporter: Izzatul Mazidah | Editor: Tri Adi

Kemitraan usaha singkong goreng aneka rasa makin menjamur. Yang paling baru datang dari Hoottella asal Kudus, Jawa Tengah. Dengan paket investasi Rp 8,5 juta, mitra dijanjikan bisa balik modal dalam lima bulan.

Singkong telah lama menjadi salah satu makanan favorit di tanah air. Makanan yang akrab disebut roti sumbu ini kerap diolah menjadi berbagai camilan dan kudapan yang lezat dan disukai banyak orang.

Potensi dari bisnis olahan singkong ini membuat banyak tawaran kemitraan usaha yang menyajikan singkong sebagai menu andalannya.

Salah satunya adalah Hoottella, kemitraan singkong goreng beraneka rasa. Jonny Imawan, marketing Hoottella menyatakan usaha yang berdiri sejak tahun 2014 tersebut membuka kemitraan pada Juli 2015 ini.

Berlokasi di Kudus, Jawa Tengah, Hoottella saat ini baru memiliki satu gerai milik sendiri yang menjajakan singkong goreng dengan 15 pilihan rasa, di antaranya Barberque, keju, balado, dan lada hitam dengan harga jual Rp 5.000 per bungkus.

Untuk menjaring banyak mitra, Hottella menawarkan paket investasi yang relatif terjangkau, yakni Rp. 8,5 juta. Dari nilai tersebut, mitra memperoleh booth, peralatan masak, peralatan promosi, seragam karyawan, VCD training, dan bahan baku awal untuk 50 porsi.

Sistem kerjasama yang ditawarkan Hottela berdurasi tiga tahun tahun tanpa dikenakan royalty fee. Namun, untuk memperpanjang kerjasama, mitra harus membayar 50% dari nilai investasi awal.

Selain itu, dalam kerjasama ini mitra hanya diwajibkan membeli bahan baku tepung pelapis singkong dan bumbu aneka rasa seharga Rp. 50.000 per 500 gram. Sedangkan untuk bahan baku singkong, mitra bebas membeli dari luar.

Dengan paket investasi ini, mitra diperkirakan bisa menjual 60 bungkus per hari dengan omzet harian sekitar Rp 300.000 atau Rp 9 juta per bulan. Dengan omzet itu, mitra diprediksi bisa balik modal dalam lima bulan.

Bagi mitra yang berminat bergabung, dia menyarankan agar mencari lokasi usaha yang strategis seperti pusat kota/alun-alun atau di pusat perbelanjaan/mal.  

"Kelebihan produk kami dibandingkan produk serupa adalah rasa. Selain itu sebelum digoreng, singkong dibalut tepung terlebih dahulu sehingga lebih renyah," ucap Jonny.

Walau baru seumur jagung, kemitraan ini cukup optimistis bisa menggaet banyak mitra, yakni sekitar 200 mitra baru saban tahun.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×