: WIB    —   
indikator  I  

Yuk, memetik peluang kemitraan Rumajamur

Yuk, memetik peluang kemitraan Rumajamur

JAKARTA. Budidaya jamur belakangan cukup populer dikalangan pembudidaya tanaman. Hasil panen jamur selalu habis terserap pasar, lantaran jamur dapat diolah menjadi berbagai jenis sajian, mulai dari keripik, katsu, sup krim, pempek hingga siomay.

Rial Aditya pemilik Rumajamur mengatakan banyak orang suka dengan produk olahan jamur karena rasanya enak dan teksturnya yang mirip daging. Melihat potensi yang cukup bagus pada 2016 lalu, dia membuka Rumajamur dengan konsep kaki lima.

Gerai pertamanya berada di Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Respon konsumen sangat baik, hingga Rial menambah tiga gerai Rumajamur di Bandung. 

Tak berhenti di situ, awal tahun 2017 lalu ia menawarkan kemitraan. Kini, sudah ada dua mitra yang juga buka di Bandung. "Sejak awal tahun sudah banyak yang berminat, mulai dari Bandung hingga Jakarta, Bali dan Makassar. Kini, semuanya sedang  proses," jelas Rial. 

Ada sembilan menu yang ditawarkan oleh Rumajamur. Beberapa diantarannya,  siomay jamur, katsu jamur, dan pempek jamur. Banderol harganya mulai Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 per porsi lengkap dengan nasi.

Rial mengklaim produknya tergolong makanan sehat karena tidak menggunakan bahan pengawet dan penyedap rasa. Pengolahannya pun dilakukan secara steril.

Ada dua macam paket kemitraan usaha kuliner serba jamur ini. Pertama, paket Rp 9 juta dengan fasilitas booth. Mitra juga mendapat bahan baku awal 400 porsi, perlengkapan memasak, branding,dan perlengkapan lainnya.

Kedua, paket Rp 15 juta. Mitra akan mendapatkan satu unit booth portable, perlengkapan memasak, bahan baku 600 porsi, branding, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Yang perlu dicatat, mitra yang berada di wilayah Cimahi wajib mengambil bahan baku utama dari pusat. Untuk olahan ini, Rial menggunakan jamur dari hasil kebun sendiri. Sebelum terjun pada usaha ini, dia lebih dulu menjadi pembudidaya jamur di Cimahi.

Sedangkan, bagi mitra yang berada di luar kota, supaya lebih mudah, mitra bisa  mengambil jamur dari lokasi terdekat. Rial hanya memberikan resep masakan. "Tapi, kami tetap akan survei lokasi terlebih dulu," tambahnya.

Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal mitra sekitar lima sampai enam bulan, dengan catatan mitra bisa mencapai target omzet tiap bulan antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Setelah, dikurangi biaya bahan baku dan operasional, porsi keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.


Reporter Tri Sulistiowati
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x